Lepas Tentara TMMD, Emak-Emak Busel Menangis: “Mereka Kerja Biar Tidak Disuruh”

SULTRAKINI.COM: BUTON SELATAN – Suasana tangis haru menyelimuti pelepasan Tentara Manunggal Membangun Desa ke-106 di Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara, Kamis (31 Oktober 2019). Bukan karena masyarakat sedang berduka, tetapi mereka terlalu berat melepas tentara yang selama ini bertugas mensukseskan program TMMD. Terlebih para tentara tinggal di rumah masyarakat, yang sudah dianggap sebagai keluarga itu.

Tuntas sudah 30 hari kebersamaan tentara dengan masyarakat Busel dalam program TMMD. Keharmonisan yang terbilang singkat antara keduanya itu, rupanya tak mampu dibendung masyarakat setempat, khususnya para emak-emak yang sedih dan seolah tak rela program tersebut berakhir begitu cepat. Sebab, dalam meningkatkan kemanunggalan antara TNI dengan masyarakat, personel TMMD di Busel tinggal di rumah warga sebagai anak angkat.

Sebanyak 30 rumah warga di Kelurahan Majapahir dan Kelurahan Masiri di Kecamatan Batauga ditempati masing-masing lima orang tentara. Selama itu, kedekatan keudanya semakit erat terjalin sehingga rasa enggan melepas para tentara dirasa berat oleh para kaum ibu.

Kebiasaan makan bersama tentara, ramah tamah mereka, keceriaan, dan setiap bantuan yang diberikan tentara pada warga masyarakat selama TMMD inilah yamg membuat para emak menangis melepas anak-anak mereka.

“Mereka itu biar kita tidak suruh pokoknya kalau mereka liat ada kerjaan yang bisa dibantu langsung mereka tawarkan bantuan,” terang Dewi Kurnia (45) saat menunggu tentara berkemas untuk meninggalkan Kecamatan Batauga.

“Mama sini saya yang kerja, mama sini saya saja, begitu mereka bilang kalau liat kita kerja, mereka tetap ceria meskipun capek abis kerja bangunan. Makanya kita sedih sekali ditinggal,” lanjut Dewi dengan raut wajah sedih.

Pelepasan tentara TMMD ke-106 di Busel, Sulawesi Tenggara. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
Pelepasan tentara TMMD ke-106 di Busel, Sulawesi Tenggara. (Foto: Aisyah Welina/SULTRAKINI.COM)
yamaha

(Baca juga: TMMD ke-106 di Busel Segera Berakhir: Anak-anak di Masiri Sedih, Peluk Tentara Bergantian)

Nampak juga Ramla (45) yang tak kuasa menahan air matanya sepanjang perpisahan dengan tentara hingga mereka meninggalkan Batauga. Kata Ramla dia juga memiliki anak tentara yang bertugas di Kalimantan sejak 1 tahun yang lalu.

“Saya soalnya kemarin liat sendiri anaku waktu pergi juga pakaian seperti itu, pakai ransel, jadi saya rasa betul sedihnya, baru mereka sudah saya anggap anak sendiri,” ucap Ramla.

“Kadang kalau saya memasak atau liat mereka makan, saya ingat anaku, saya anggap ini mi yang dimakan anaku, kayak saya lagi masak untuk anaku,” sambung Ramla dengan kesedihan yang masih terpancar di wajahnya.

Ramla berdiri disamping meja makanan, sambil menyendokkan makan dan memeluk setiap tentara yang hendak makan siang sebelum meninggalkan Batauga. Tak kuasa menahan sedih Ramla sesekali menyeka air matanya.

Menurut Ramla, tentara juga sangat dekat dan menyayangi anak-anak. Selama di Batauga tidak pernah melakukan masalah, meskipun misalnya makanan yang disediakan apa adanya, mereka tidak pernah mengeluh rasa makanan seperti apa. (Adv)

Laporan: Aisyah Welina
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.