Lestarikan Budaya Papua, Kemenpar Dukung Festival Budaya Keerom Sasar Crossborder

SULTRAKINI.COM: PAPUA – Festival Budaya Keerom (FBK) akan digelar di Lapangan Sepak Bola Swakarsa, Kampung Asyaman Distrik Arso Kabupaten Keerom, 2-4 Agustus 2017. Pada festival ini, wisatawan akan disuguhkan budaya asli Papua dan ragam keunikan lainnya.

“Yang ingin melihat keindahan alam Papua dan budaya yang unik, silakan ke Keerom, Papua, ini juga salah satu even yang akan menyasar negara tetangga yakni Papua Nugini,” tutur Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar RI, Esthy Reko Astuti, didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Alam Hendry Noviardi, Sabtu (29/7/2017).

Wanita berhijab itu mengatakan, FBK sudah kali keempat ini merupakan ajang berkreasi bagi seniman termasuk seniman pemula di Keerom dan Papua. “Kabupaten Keerom memiliki 19 etnis/suku yang tersebar di wilayah Kabupaten Keerom. Budayanya sangat kaya. Sangat potensial sehingga perlu ditampilkan pertunjukan kesenian skala besar,” ujar Esthy.

Esthy memaparkan seni tari tradisional yang ditampilkan dalam even ini adalah tarian tradisional non sakral atau tarian tradisional kreatif. Hingga saat ini masih tetap hidup dan berkembang hingga mewakili kebudayaan dari masing-masing distrik di Kabupaten Keerom.

“Even ini diikuti seluruh sanggar tari di Kabupaten Kerom. Seperti kita ketahui tanah Papua ini memiliki keanekaragaman budaya yang hingga saat ini masih tetap hidup dan berkembang dengan ciri khas Papua,” terang Esthy yang diamini Hendry.

Hendry menambahkan, untuk even kali ini akan mengangkat tema “Bangsa yang Bermartabat Adalah Bangsa Berbudaya Pesona Indonesia Pesona Keerom.” Tema itu diusung untuk membangun nilai-nilai kebersamaan masyarakat setempat. Serta menciptakan ekonomi kreatif masyarakat yang damai, mandiri, maju dan sejahtera.

“Nantinya juga akan diikuti pementasan tari dari wisman tetangga Papua Nugini yang akan ikut memeriahkan acara. Ini untuk merangsang kreativitas, pemikiran dan gagasan peserta tentang seni budaya serta mengetahui perkembangan kebudayaan Papua,” ujarnya.

yamaha

Lebih lanjut Hendri mengungkapkan, Kemenpar RI dan panitia setempat juga akan menyambut delapan sanggar budaya dari Papua Nugini dengan jumlah peserta 348 orang, belum termasuk anggota keluarga yang ikut. 

“Dan ini sangat potensial dalam mendatangkan Wisman negara tetangga,” ujar Hendri. 

Kemenpar juga di acara tersebut telah mempersiapkan kaos dengan branding Wonderful Indonesia untuk semua peserta sebagai souvenir.

”Nantinya kaos ini mereka pakai di negaranya dan secara tidak langsung sebagai media promisi yang sangat efektif. Selain itu kami juga mendatangkan artis nasional Edo Kodolongit yang dikenal tidak saja di Papua, namun juga masyarakat PNG yang senang dengan Genre Reggae,” beber pria asli Padang itu.

Menteri Pariwisata RI,  Arief Yahya mengatakan kegiatan FBK ke-4 ini bisa memperkuat daya saing pariwisata melalui unsur 3A  yakni Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas. Utamanya pada unsur even yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang ingin melihat secara langsung atraksi di Kabupaten Keerom.

”Bikin wisatawan betah dan ingin kembali lagi ke Papua. Pastikan konsep acaranya kuat dan punya keunikan. Keindahan alam, tradisi lokal di Keerom adalah apa yang wisatawan asing cari setelah bosan dengan rutinitas dan modernitas di daerah masing-masing,” ujarnya.

Sumber: Kemenpar RI

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.