Festival Pesona Budaya Tua Buton

Lika-Liku Sang Mantan Nahkoda Kapal, Hingga Abdikan di Laut Sultra

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Sang Mantan Nahkoda kapal dari Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Djunaidi, rupanya memiliki lika-liku perjalanan karir yang cukup panjang sebelum akhirnya mengabdikan diri diperairan laut Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai Kepala Kantor Search And Rescue (Kakansar) Kendari.

Tidak hanya di Indonesia pria kelahiran Makassar 27 Februari 1975 itu, rupanya telah menaklukkan perairan laut di negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura saat masih aktif menjadi Nahkoda.

Kepada SultraKini.com, ayah dari tiga orang anak itu juga bercerita tentang riwayat hidupnya hingga pada akhirnya bergabung pada di Basarnas.

“Kalau untuk riwayat saya sendiri, sekolah di SD 1 Bawakaraeng, kemudian SMP Negeri 1 Muhammadiyah Makassar, dan lanjut ke SMA Negeri 5 Makassar, setelah tamat saya masuk ke akademi pelayaran maritim, dan disitu saya diangkat sebagai komando batalyon selama dua tahun,” beber Kakansar Kendari, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/9/2018).

Kemudian, lanjut Djunaidi, ” Setelah lulus di pelayaran, saya melamar ke Malaysia di perusahaan Roufest disana ada 40 kapal Ferry dan itu untuk memuat turis rute Thailand dan Langkawi Malaysia disitu saya bekerja selama dua tahun, kemudian saya pindah masih di Malaysia di perusahaan Pasifik Sakti kurang lebih satu tahun, dan setelah itu saya pindah ke Singapura bekerja di Perusahaan Amerin disana kapalnya Merin Jet yang berkapasitas 75 ribu ton, rute Dubai dan Arab Saudi, saya bekerja disana selama kurang lebih dua tahun,” ucapnya.

Namun, saat hendak melanjutkan karirnya menuju negeri Gingseng Korea, Djunaidi rupanya tidak dapat lagi meneruskan perjalanannya, setelah dirinya dinyatakan lulus di Instansi Basarnas. Dia pun memulai karir barunya dengan menjabat sebagai Nahkoda KN SAR 307 di Makassar tahun 2003-2008.

Kemudian menjabat sebagai koordinator pos SAR Selayar kurang lebih lima tahun. Setelah itu ditarik kembali ke Makassar sebagai kepala urusan latihan dan diklat.

“Dari situ kemudian saya hijrah ke Kota Poso sebagai Kepala potensi SAR selama tiga tahun, dan lanjut ke kota Ternate disitu saya menjabat sebagai KasiOps SAR selama tiga tahun,” ujarnya.

Setelah beberapa kali menjabat, dia pun akhirnya mengikuti sekolah Basarnas Siswa Kursus Calon Kepala (Suscaka), dimana munurut Djunaidi, kursus tersebut merupakan latihan untuk menaikan karir jabatan, dan selama dua bulan dia pun menjadi anggota pada kursus tersebut.

“Setelah saya lulus Suscaka saya pun dilantik menjadi Kakansar Tanjung Pinang, karena disana kapalnya besar ada tiga unit dan karena saya mantan Nahkoda jadi saya dipercayakan untuk merawat kapal dan peralatan disana selama empat bulan, dan pada akhirnya tanggal 14 November 2017 saya resmi menjabat sebagai Kakansar Kendari, dimana disini memiliki peralatan yang sangat riskan sekali, untuk itu perawatannya harus dibawa kendali pelaut,” papar Djunaidi.

Selama mengabdikan diri di Bumi Anoa ini, semangat dalam bertugas tercurah berkat dukungan dan doa istri Hasnawaty dan ketiga anaknya yakni Agung Anugerah Bilang Pratama, Aqil Abghari Dwikaputra dan Afif Ailanif Tristan Triputra.

Selain itu, tidak luput juga seluruh personil anggota SAR Kendari yang kini ditungganginya juga menjadi kebanggaan sendiri bagi Djunaidi.

“Jadi saya menjabat disini beda dengan daerah lain, kalau daerah lain spesifik memiliki watak keras, tetapi disini orangnya bersahabat, oleh sebab itu, saya bertujuan bagaimana seorang pemimpin dan anak buahnya bisa profisionalisme, artinya bagaimana kita membuat sesuatu yang baru di kantor ini dengan nyaman dan enak dipandang, sehingga menjadi rumah yang utuh dalam satu keluarga,” tambahnya.

Sebagai Kakansar Kendari, lanjutnya, motivasi dan semangat dalam mencari dan memberikan pertolongan terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan merupakan prioritas yang diutamakan oleh slogan yang berlambang, Awan, Gunung, Laut dan Mata Angin itu.

Hingga saat ini sebanyak 98 musibah laut dan musibah yang membahayakan jiwa manusia telah ditagani olehnya, tentunya hal itu tidak terlepas dari peran 105 personil anggota SAR baik itu yang berada di Kantor SAR Kendari, maupun yang tersebar di beberapa Pos Penjagaan diantaranya, Kolaka, Baubau, Wakatobi dan Soroako.

Laporan: Ifal Chandra
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.