Pilkada koltim

Lima Pesan Ali Mazi untuk Masyarakat Sultra

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Menyikapi perkembangan situasi dan kondisi bangsa dan daerah dalam kurun beberapa waktu terakhir ini, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menitip lima pesan kepada seluruh elemen masyarakat Sultra yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST).

Pertama, Ali Mazi berpesan bahwa seluruh dunia termasuk Sultra turut terdampak pandemik Covid-19 yang mempengaruhi bukan hanya sektor kesehatan, tapi juga mengganggu kondisi perekonomian, politik, dan sosial budaya, serta ketertiban dan ketentraman masyarakat.

“Untuk itu, mari kita terus bersama dan bersinergi dalam berbgai langkah strategis percepatan, baik pencegahan maupun penangan dampak pandemi Covid-19,” ujarnya saat membuka rapat kerja nasional (Rakernas) KKST Tahun 2020 secara virtual, Sabtu (14/11/2020).

Kedua, bahwa Pemerintah Provinsi Sultra periode 2018-2023 sedang giat-giatnya dan terus konsen melaksanakan berbagai kebijakan dan program pembangunan daerah Sultra dengan mengusung visi terwujudnya Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat, melalui pendekatan strategi Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan/Kepulauan (Garbarata).

Gubernur yang juga Ketua Dewan Pendiri KKST ini meminta agar menjadikan visi mulia tersebut sebagai visi bersama demi menghadirkan kesejahteraan dan kemajuan masyarakat di seluruh wilayah Sultra. 

Ketiga, kurang satu bulan dari sekarang atau tepatnya pada tanggal 9 Desember 2020, Sultra akan menggelar pemilihan kepala daerah serentak di tujuh kabupaten, yakni Muna, Wakatobi, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Buton Utara, dan Kolaka Timur.

Pilkada

“Sebagai sesama anak bangsa, kita semua harus bersikap bijak untuk selalu menciptakan dan memelihara kondisi yang aman, tertib, dan kondusif. Ini akan menentukan keberlanjutan pembangunan daerah-daerah tersebut, khususnya untuk lima tahun mendatang, yang merupakan bagian dari pembangunan sultra,” jelasnya.

Keempat, kepada pengurus KKST baik pengurus pusat maupun pengurus wilayah, agar menjadikan KKST sebagai wadah komunikasi dan koordinasi masyarakat Sultra dalam menangkal upaya-upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, yang ingin menciptakan kondisi dan situasi yang tidak menguntungkan, yang berpotensi merusak citra dan nama baik masyarakat Sultra di manapun berada.

Kelima, untuk masyarakat Sultra yang ada di perantauan, meskipun tinggal di daerah lain, namun harus senantiasa menjaga dan melestarikan budaya Sultra sebagai bagian dari kekayaan khasanah budaya bangsa.

“Kita juga harus menunjukkan bahwa masyarakat lokal Sultra adalah individu-individu yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan diri sendiri atau golongan. Masyarakat Sultra harus selalu berada di garis depan dalam upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI,” katanya.

Dalam kegiatan virtual ini, Gubernur juga berharap agar Rakernas KKST menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di antara sesama putra daerah Sultra.

“Saya turut merasa bangga karena saat ini masyarakat lokal Sultra telah banyak berperan, bukan hanya dalam skala lokal dan regional, tetapi juga nasional dan bahkan internasional. Hampir semua kegiatan, mulai dari pemerintahan, ekonomi, jasa dan lain sebagainya, diwarnai dengan kehadiran masyarakat etnis lokal Sultra,” pungkasnya. (B)

Laporan: La Niati
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.