Lokasi Baru Keramba untuk Warga Bungkutoko dari Pemkot Kendari Dianggap Kurang Layak?

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara akan memindahkan sejumlah keramba budi daya ikan milik warga di Kelurahan Bungkutoko dan Kelurahan Petoaha, Kecamatan Abeli. Pemindahan ini bagian dari pembenahan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Pemindahan sejumlah karamba ikan warga menuai banyak penolakan dikarenakan warga merasa rugi dengan lokasi baru yang disediakan pemerintah. Sebab, lokasi baru tersebut dianggap tidak layak. Berdasarkan hasil uji coba, banyak ikan yang mati.

Misalnya, Reni Dahlan. Dikatakannya, ikan banyak mati ketika disimpan di keramba baru yang disediakan Pemkot Kendari. Ia menilai keramba tersebut terlalu dangkal saat air surut, sehingga ikan banyak yang mati. Akibatnya, ikan-ikan miliknya dipindahkan ke keramba lama.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku akan menyediakan berbagai alternatif hingga fasilitas lainnya agar mata pencaharian warga ikut berkembang.

“Karena tidak mungkin kita biarkan mereka membangun keramba dengan tidak teratur seperti itu,” ucapnya, Rabu (2/6/2021).

Sulkarnain menyebut, Pemkot menghadirkan kawasan tertata di Bungkutoko dan diharapkan kawasan di sekitarnya ikut tertata dengan baik.

Menyangkut persoalan keramba yang mengakibatkan ikan warga mati. Wali Kota Kendari memastikan warga tidak merugi dengan menghadirkan solusi.

“Tetap kita lanjutkan pembangunannya, bahwa nanti ada kendala, ada situasi yang harus kita atasi, kita atasi tetapi harus ditertibkan. Harus rapi di situ karena kita komitmen dengan pemerintah pusat,” tambahnya. (C)

Laporan: Al Iksan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.