Pilkada koltim

Lurah : Isu Ajaran Sesat di Soropia itu Fitnah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Lurah soropia, Kecamatan soropia, Kabupaten Konawe, Nasir Nanda membantah adanya praktik perdukunan yang mengajarkan aliran sesat di wilayahnya, sebagaimana isu yang beredar. Menurutnya, isu itu dibuat oleh orang yang menginginkannya mundur dari jabatannya saat ini sebagai lurah.

 

Pernyataan ini diungkapkan, Nasir Nanda pada SULTRAKINI.COM, Selasa (31/5/2016) saat ditemui di Kantor Kelurahan Soropia. Dijelaskannya, terkait isu yang beredar, bahwa dirinya mendukung praktek ajaran sesat yang dilakukan oleh Ahmad Rahim di Soropia, adalah isu tidak benar.

 

\”Tolong buktikan yang mana yang saya lindungi. Saya kaget dengan pemberitaan yang ada, bahwa saya aliran sesat itu tidak benar, itu fitnah,\” kata Nasir

 

Ia bahkan mengaku kaget dengan pemberitaan dimedia, bahwa dirinya ikut melindungi dan terlibat dalam praktik ajaran sesat di kelurahan Soropia. Olehnya itu, Nasir meminta kepada oknum yang menudingnya melakukan pembiaran terhadap aliran sesat, agar tidak menuduh tanpa disertai bukti.

 

\”Kalau mereka punya bukti bahwa saya terlibat dan mendukung aliran sesat, tunjukkan mana bukti tersebut!,\” tegasnya.

 

Lebih jauh, Nasir menceritakan, bahwa kabar yang beredar merupakan isu politik terkait posisinya sebagai lurah di Soropia. Nasir membenarkan, ada segelintir orang yang menginginkan dia mundur dari jabatan sebagai lurah Soropia yang diamanahkan kepadanya sejak 2014 lalu.

 

\”Saya hanya ingin kampung ini jadi baik. Beberapa aturan dibuat seperti tertib ternak semua demi masyarakat, bisa kita lihat sekarang kotoran sapi dijalanan sudah berkurang, tetapi mungkin ada orang yang tidak suka serta mencari kesalahan dan ingin agar saya mundur jadi lurah,\” ungkapnya.

 

Dengan adanya kabar yang beredar, Nasir mengkhawatirkan kondisi psikologis keluarganya, khususnya anak perempuannya saat ini masih duduk di bangku SMP. \”Jangan sampai kasihan dia di bully sama temannya bahwa bapanya ini aliran sesat,\” keluhnya.

Pilkada

 

Ditempat yang sama, Ahmad Rahim (40) yang sempat dikabarkan sebagai dukun penyebar aliran sesat, juga membantah semua isu yang beredar di media tentang dirinya.

 

Menurutnya, sebagaimana isu dirinya melarang masyarakat beribadah di Masjid, sholat yang penting niat, serta pengobatan berkedok spiritual dengan dupa bersertifikat dari Mekkah yang harus dibayar sebesar Rp2,5 juta dan mustika berkepala naga, adalah tidak benar.

 

\”Tidak benar itu semua, soal pelarangan sholat tersebut, saya tidak pernah melarang orang di Soropia untuk beribadah. Jika memang saya membawa ajaran sesat tunjukkan saja buktinya,\” kata Ahmad Rahim dengan nada geram.

 

Atas adanya tudingan ini, dihari yang sama, Selasa (31/5/2016) sekitar pukul 21:15 Wita, Nasir Nanda dan Ahmad Rahim dengan didampingi keluarga melaporkan Amrullah ke Kantor Polsek Soropia, atas dugaan pencemaran nama baik serta menyebarkan fitnah, khususnya melalui aksi demonstrasi yang dikordinatorinya.

 

\”Mereka berdua datang untuk melapor, saya juga sudah memberikan beberapa pertimbangan untuk meluruskan masalah ini. Diantara mereka (Amrullah dan Nasir Nanda, red) juga masih ada hubungan keluarga. Saya utamakan situasi keamanan dan ketertiban di Soropia agar bisa terjaga,\” ungkap Kapolsek Soropia, Yeremia Iwo diruang kerjanya.

 

Ketegangan sempat terjadi saat Lurah Soropia, Nasir Nanda dan Ahmad Rahim melaporkan Amarulah ke Kantor Polsek Soropia, pasalnya puluhan pemuda yang diduga rekan Amarullah sempat mendatangi kantor Polsek menggunakan sepeda motor.

 

Beruntung, tidak ada tindakan apapun dari puluhan pemuda yang sempat berkerumun di depan kantor Polses Soropia itu.

 

Untuk diketahui, Amarullah merupakan koordinator Asosiasi Masyarakat Peduli Sosial dan Keagamaan (AMP-Soskam) yang sempat melakukan aksi demonstrasi di gedung DPRD Konawe, Senin (30/5/2016) terkait praktik aliran sesat di Soropia.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.