Paud pemprov atas

Mahasiswa IAIN Kendari Persentasi Kearifan Lokal Sultra di Tiga Negara Asia Tenggara

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sepuluh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mengikuti Student’s Mobility Program yang membawa mereka bertandang ke tiga negara di asia tenggara.

Keberangkatan mahasiswa IAIN Kendari ke Malaysia, Thailand, dan Singapura ini dilepas secara resmi oleh Faizah Binti Awad selaku rektor pada Senin (25 November 2019).

Agenda yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Internasional tersebut, IAIN Kendari bekerja sama dengan Southeast Asia Academic Mobility atau SEAAM mulai 27 November hingga 6 Desember 2019.

“Kami sangat mengapresiasi upaya Kantor Urusan Internasional dan para peserta dalam mewujudkan program ini. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi peningkatan reputasi kampus-di luar negeri,” ucap Faizah.

Mahasiswa yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat, mulai dari penyiapan artikel ilmiah hingga kelengkapan administrasi yang mesti dipenuhi.

Selama di luar negeri, mahasiswa IAIN Kendari ini akan mempersentasikan karya ilmiahnya bertema kearifan lokal Sultra di sejumlah kampus.

Kata rektor, program seperti itu juga diupayakan rutin terselenggara untuk pengembangan kerja sama internasional.

Di satu sisi, kesempatan mendapatkan pengalaman lewat Student’s Mobility Program menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk memperluas wawasan akademik.

“Kami berharap mahasiswa menjaga sikap serta nama baik kampus dengan menaati aturan yang ditetapkan penyelenggara. Kami juga berharap, pengalaman dan wawasan yang diperoleh untuk menjadi teladan bagi mahasiswa lain,” ucapnya.

Direktur Kantor Urusan Internasional IAIN Kendari Abdul Halim, menjelaskan, Student’s Mobility Program bertujuan meningkatkan kapasitas leadership skill dan wawasan global mahasiswa. Kegiatan ini juga dalam rangka membangun dan memperluas networking IAIN Kendari dengan perguruan tinggi lain di asia tenggara.

“Perlu diketahui, tahapan Students’ Mobiity Program ini dimulai empat bulan silam. Sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai fakultas mendaftarkan diri, namun hanya sepuluh di antaranya dinyatakan memenuhi persyaratan. Tujuh orang di antaranya adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan tiga orang lainnya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,” terang Abdul Halim.

Menurut Halim, masing-masing peserta menulis karya tulis ilmiah bertemakan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Tenggara. Mereka akan tampil mempresentasikan karya tersebut pada konferensi internasional di Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Malaya, dan Universitas Fatoni.

“Selama mengikuti kegiatan, mahasiswa akan didampingi Dosen Pembimbing Dewi Atikah, M.A (TESOL) dan Irma Irayanti, M.Pd. Kami menargetkan Students’ Mobility Program menjadi kegiatan rutin dengan negara tujuan yang berbeda. Semoga dapat memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan diri dan menunjukkan kemampuannya di dunia internasional,” tambahnya.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.