Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Mahasiswa KKN Tematik UHO Tanam 600 Pohon Mangrove di Desa Tapulaga

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo Kendari, di Desa Tapulaga Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, mengajak tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga anak-anak melakukan penanaman pohon mangrove, Minggu (4/8/2019).

Penanaman mangrove tersebut sebagai bentuk implementasi dari tema KKN Tematik yakni “Perbaikan Lingkungan Dengan Penanaman Mangrove Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Program Wisata Pesisir” di wilayah setempat.

Sebanyak 600 pohon mangrove ditanam mahasiswa dan masyarakat di desa setempat dengan tujuan menjaga keberlangsungan lingkungan maupun untuk menghindari terjadinya abrasi pantai.

Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan UHO, Aminuddin Mane Kandari, mengatakan KKN tematik ini merupakan program KKN berbasis masyarakat dengan topik perbaikan lingkungan melalui penanaman mangrove untuk mendukung Desa Tapulaga sebagai destinasi wisata pesisir di Kabupaten Konawe.

“Jadi penanaman mangrove yang diangkat mahasiswa pada KKN ini sebagai upaya dalam melakukan pemeliharaan lingkungan, apalagi di desa ini mangrovenya sudah mulai rusak padahal kalau kita tau manfaat keberadaan mangrove ini sangat penting bagi kehidupan manusia,” ungkap Aminuddin, Minggu (4/8/2019).

Dosen pendamping, Mahasiswa KKN Tematik FHIL UHO, dan masyarakat di Desa Tapulaga saat melakukan penanaman mangrove (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Dosen pendamping, Mahasiswa KKN Tematik FHIL UHO, dan masyarakat di Desa Tapulaga saat melakukan penanaman mangrove (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Selain itu, Dekan dan juga Dosen Pendamping peserta mahasiswa KKN Tematik itu menyampaikan bahwa keberadan pohon mangrove sangat penting utamanya dilingkungan biosfer, karena bisa mendukung perbaikan lingkungan akibat pemanasan global.

“mangrove ini salah satu jenis tanaman yang manfaaatnya juga banyak menyerap unsur karbon, jadi kalau tidak diimbangi dengan perbaikan lingkungan khususnya penanaman mangrove maka bumi ini semakin panas, karena tejadi pemanasan panas yang dobol akibat jumlah kendaraan maupun perusahaan yang semakin banyak, ” jelasnya.

Katanya, program penanaman mangrove ini tidak hanya sekedar saat mahasiswa melakukan KKN. Tetapi akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung rencana menjadikan Desa Tapulaga sebagai desa wisata pesisir. Jadi, pihaknya sudah melakukan penanda tanganan memorandum off understanding (MoU) dengan pemerintah desa setempat untuk menjadikan Desa Tapulaga sebagai laboratorium lapangan fakultas kehutan dan ilmu lingkungan.

“kedepannya program penanaman mangrove ini bukan hanya saat mahasiswa kkn tematik ini, tapi menjadi program wajib fakuktas bagi mahasiswa akhir untuk filtrip disini. Kedepan juga tidak menutup kemungkinan akan dibangun tracking mangrove,” bebernya.

Kepala Desa Tapulaga, Marhaban, mengaku cukup berterimakasih dan mengapresiasi hadirnya mahasiswa KKN di wilayahnya, apalagi dengan memberikan manfaat dan contoh yang baik melalui penanaman pohon mangrove.

Apalagi, katanya, faktanya di desa Tapulaga yang dulunya menjadi habitat pohon jenis mangrove tetapi saat ini sudah hampir habis. Bahkan perkiraannya, wilayah mangrove di desa Tapulaga tinggal sekira 5 hektar untuk kawasan mangrove.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh mahaiswa hari ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk melanjutkan kedepannya, karena jujur saja setelah ini kita akan bentuk tiga kelompok untuk pembibitan mangrove,” tukasnya.

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.