Mahasiswa UHO Segel Gedung Rektorat

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Aksi demonstrasi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) tentang penuntutan penerapan uang pangkal berakhir dengan penyegelan gedung rektorat, usai beberapa jam melakukan demonstrasi tanpa ada pihak kampus yang mau menemui mereka, Rabu (12/7/2017).

Salah satu koordinator lapangan sekaligus Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) Edy Rosman menyatakan gedung rektor akan tetap disegel sampai ada keputusan pencabutan penerapan uang pangkal.

“Kami yang tergabung dalam KBM UHO menolak dengan tegas penerapan uang pangkal di UHO, kami sudah menyegel gedung rektor, karena kami nilai penerapan uang pangkal ini tidak prosedural sesuai dengan peraturan Kemenristek Dikti,” kata Edy.

Lebih lanjut dia meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO Supriadi Rustad untuk secepatnya mencabut keputasan uang pangkal, ketika penerapan uang pangkal itu tidak dicabut mereka mengancam akan menghentikan aktivitas perkuliahan sampai menghentikan pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) yang akan berlangsung besok (13/7).

Masa aksi menilai tidak sesuai dengan peraturan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Nomor 39 tahun 2017 pasal 8 ayat 1 & 2 yang semestinya penerapan uang pangkal harus memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa, pendapatan orangtua mahasiswa, atau pihak yang membiayai.

Id Bulog

“Pihak UHO sangat otoriter dalam penerapan uang pangkal, terbukti tidak adanya sosialisasi kepada mahasiwa ataupun masyarakat terkait uang pangkal ini,” ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UHO, LM. Tando Wuna.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita sempat terjadi bentrok dengan pihak keamanan kampus. Akibatnya salah seorang mahasiswa terluka di bagian wajah dikarenakan mendapatkan pemukulan oleh oknum yang tidak diketahui.

Menurut Kepala Kehumasan UHO, Maulid plt rektor tidak berada ditempat dan sedang ada urusan di luar kota. “Kemarin sudah ada pertemuan juga mereka ini dengan diwakili oleh WR III, jadi apapun hasilnya tetap sama. Jadi kalau ada perubahan hanya pihak rektor yang bisa memberikan keputusan,” ucapnya.


Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.