Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Mahasiswa UMS KKN-DIK di Kolaka, Warga Berharap Kembali Terlaksana

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK). Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arqam, Desa Ponre Waru, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

PLP terintegrasi terlaksana di bawah naungan UMK yang dilaksanakan 23 Juli hingga 23 Agustus 2019.

Kedatangan mahasiswa UMS dalam kegiatan PLP II terintegrasi KKN-DIK. (Foto: Humas UMK untuk Sultrakini.com)
Kedatangan mahasiswa UMS dalam kegiatan PLP II terintegrasi KKN-DIK. (Foto: Humas UMK untuk Sultrakini.com)

Menurut Kepala Desa Ponre Waru, Edi Sul Dasir, S.Pd, KKN-DIK itu sedikit berbeda dengan KKN oleh universitas lain karena dilakukan mahasiswa UMS berkaitan di bidang pendidikan. Kegiatan KKN dari UMS juga bersentuhan langsung di lapangan dan mencukupi kebutuhan yang ada di masyarakat dalam aspek pendidikan.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran mahasiswa dalam KKN-DIK ini karena memberikan warna budaya dan pengetahuan baru kepada masyarakat Ponre Waru. Kami berharap jangan cuma sampai di sini saja menempatkan mahasiswa UMS di Desa Ponre Waru, kalau bisa ditempatkan di desa lainya juga,” ucap Edi, Selasa (13/8/2019).

Warga Desa Ponre, Markommah, mengaku mahasiswa UMS disambut hangat oleh pihak sekolah dan masyarakat desa. Sebab, telah lama dinantikan hadirnya mahasiswa yang membantu pembangunan di desa mereka, utamanya pendidikan.

“Dengan adanya mahasiswa kami sangat terbantu. Kami senang dengan kehadiran mahasiswa UMS ke desa ini, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Markommah.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Pondre Waru, Nasir, mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan dari mahasiswa. Pasalnya kegiatan itu dinilai membantu meningkatkan kualitas pendidikan di pondok pesantren yang dinakhodainya.

“Kami berharap Muhammadiyah pusat selalu mengirimkan mahasiswa KKN-DIK ke pondok ini, agar pondok ini bisa bersaing dengan pondok-pondok lainnya,” jelas Nasir.

Ketua Kelompok KKN-DIK, UMS di UMK, Andrey Indra R.W mengucapkan kesukurannya karena masyarakat setempat antusias mengikuti program kegiatan mereka, misalnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), bimbingan belajar (Bimbel), dan taman baca.

“Semoga kegiatan ini tetap berlangsung walaupun kami selesai melaksanakan tugas KKN-DIK di Desa Ponre Waru. Kami pun mendapatkan pengalaman, teman, dan ilmu baru dengan adanya kegiatan KKN-DIK di Desa Ponre Waru ini,” terang Andrey.

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.