Malam Sifu Saban

Entahlah Ma
Aku terkungkung di sini
Menghitung mimpi-mimpi
Menyesap kopi
Memelukmu dalam puisi

Ma
Sifu saban ini
Biasanya kita lewati bersama
Kau hadirkan haroa
Dan modhi merapal doa
Berharap ampunan dosa
Ayam kaowei buatanmu
Memang susah dilupakan
Dan sakit dikenangkan

Ma
Sifu saban ini
Tolong
Hadirkan wajah teduhku
Anggap saja malam ini
Aku bersilah dan
Asyik memandangi wajahmu.
Dan jangan lupa
Berpesan pada modhi
Hadirkan aku dalam doanya.

yamaha

Ma
Sifu saban ini
Aku sendiri
Mengganyang sunyi
Dengan puisi.

 

*Marwan, Ruang, Sunyi, 015
([email protected])
Lahir di Karoo pada tanggal 7 April 1995. Kuliah di UHO program studi sastra Indonesia.

Redaksi SULTRAKINI.COM menerima kiriman karya sastra (puisi, cerpen, essai, dll) dari pembaca untuk dimuat dalam kanal Edukasi-Sastra. Setiap pekan akan dikoreksi oleh para kurator Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara serta penyair dan penulis handal Sultra. Karya dapat dikirimkan melalui email: [email protected] dengan melampirkan identitas jelas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.