Pilkada koltim

Manajemen Claro Hotel Ungkap Acara Ultah Ketua DPD Gerindra Bukan Konser Hanya Surprise

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Manajemen Claro Hotel Kendari kembali menyikapi soal informasi yang beredar tentang adanya konser yang digelar oleh Ketua DPD Gerindra Sultra Andi Ady Aksar beberapa malam lalu di hotel, tepatnya pada 2 November 2020.

Director of Sales Marketing Claro Hotel Kendari, Ayu Samad mengatakan kegiatan pada Senin malam (2/11) lalu di ruang Phinisi bukanlah kegitan konser, melainkan acara suprise ulang tahun Ketua DPD Partai Gerindra Sultra Andi Ady Aksar Arman. Hanya saja pada acara tersebut dihadirkan dua artis kenamaan Judika dan Rosa yang dihadiahkan dari kerabatnya.

Namun konsep yang dibuat dalam bentuk suprise dan Andi Ady Aksar Arman tidak tahu menahu akan ada kejutan tersebut.

“Kalau menurut saya itu bukan konser, hanya memang betul ada artis, hanya saja itu tujuannya diundang sama kerabat-kerabat pak Ady untuk menghibur pada saat acara Ultah beliau (Andy). Jadi bukan konser sih,” terangnya, saat menggelar konferensi pers, Kamis (5/11/2020).

Ayu juga memastikan, pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat pada saat acara. Mulai dari pengecekan suhu tubuh sebelum masuk area lobi, menyediakan tempat mencuci tangan, hingga mewajibkan penggunaan masker bagi tamu undangan pada acara perayaan ulang tahun itu.

“Protokol kesehatan selama pandemi di Claro sudah sangat-sangat ketat. Bisa kita lihat di area lobi sudah harus cuci tangan, cek suhu, tidak boleh masuk kalau tidak memakai masker. Begitupun di area ballroom, pada saat datang acara mau meeting kah, acara pernikahan, ulang tahun, mereka tidak bisa masuk kalau tidak memakai masker,” ungkapnya lagi.

Selain itu, Ayu menanggapi, terkait beredarnya video ada sejumlah tamu undangan di acara ulang tahun yang tidak menggunakan masker, kata Ayu, mungkin saja pada saat pengambilan video para tamu sementara menyantap hidangan makanan yang telah disajikan di atas meja.

Pilkada

“Mungkin saja video itu beredar posisi lagi makan, kan kalau lagi makan mereka tidak mungkin memakai masker. Terus kedua ada video salah satu kerabat naik ke atas panggung tidak memakai masker, itu yang dipermasalahkan. Disitukan mereka tidak pakai masker karena mau foto, tetapikan setelah selesai berfoto mereka pakai kembali,” bebernya.

Bahkan, lanjut Ayu, acara ulang tahun pun berakhir sebelum pukul 10.00 malam. Artinya, sambung dia, masih sesuai aturan yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk tidak beraktifitas diatas pukul 10.00 malam.

“Setahu saya dari acara ulang tahun kemarin itu selesai belum pukul 09.30 malam, masih sesuai aturan pemerintah kota. Jadi sebelum pukul 10.00 harus sudah selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Bara selaku Food and Beverage Claro Hotel menambahkan bahwa acara ulang tahun hanya dihadiri keluarga dan kerabat terdekat, tidak ada orang lain. Pada saat mau masukpun, lanjut Bara, tamu undangan diberikan ID Card, termasuk kepada karyawan.

“Jadi tidak ada ID Card tidak bisa masuk ruangan, begitu juga karyawan di kasih ID Card dan dibatasi orang yang masuk ke dalam ballroom. Kapasitas ruangan yang kami kasih itu normalnya bisa sampai 1.000 orang, nah kemarin itu cuman 100 orang dan didalam untuk satu meja kita sudah atur social distancingnya. Jadi, satu meja hanya diisi lima orang, kalau normalnya bisa 10 orang sampai 12 orang. Jadi memang sudah memenuhi kriteria prokes,” pungkas Bara.

Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.