SUARA

Mandeh Bakal Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

SULTRAKINI.COM: JAKARTA – Mandeh, destinasi wisata di Sumatera Barat, akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata.Hiramsyah Sambudhy, ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan 10 Bali Baru, mengatakan pembangunan Mandeh, kawasan di pesisir selatan, akan dipercepat.\”Setelah Gubernur Irwan Prayitno menetapkan Mandeh sebagai pusat pariwisata Sumatera Barat, Sumbar mempercepat pembangunan amenitas di lahan 400 hektar,\” kata Sambudhy.Menurut Sambudhy, daerah yang terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan itu akan menjadi KEK Pariwisata. Ia juga yakin Manden akan berkembang seperti Nusa Dua.\”Nusa Dua jauh dari Denpasar dan keramaian Kuta, dan minim fasilitas publik. Kini, Nusa Dua menjadi pusat convention,\” ujar Hiram.Menurut Hiram, dampak KEK bagi perekonomian masyarakat sangat signifikan. Mandeh, katanya, kelak menjadi penggerak pertumbuhan industri di Sumatera Barat.\”Areal 400 hektar itulah yang akan diajukan sebagai KEK Pariwisata, tapi KEK Pariwisata Mandeh akan mempengaruhui seluruh Sumatera Barat,\” kata Hiram. \”Jadi, dampaknya akan jauh lebih besar.\”Senada dengan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Hiram mengatakan Mandeh adalah Raja Ampat-nya Sumatera. Kekuatan Mandeh ada di bahari, pantai, dan wisata bawah laut.Jadi, lanjutnya, orang Jakarta tidak harus jauh-jauh ke Raja Ampat untuk menyelam dan menikmati keindahan bawah laut. Cukup ke Mandeh, karena lebih murah.Hiram optimistis pertengahan 2017 Mandeh sudah bisa ditetapkan sebagai KEK Pariwisata. Seraya menunggu status itu, Mandeh akan terus dioptimalkan agar terus dipadati wisatawan.(Kemenpar RI)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.