Paud pemprov atas

‘Mari Kita Temani Frisa Menyelesaikan Final Lomba Cerita Anak’

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Komunitas Konawe Berbagi, Jendela Anak Konawe, dan Komunitas Kelas Inspirasi Konawe mengalang dana untuk Frisa Ramayani yang lolos menjadi finalis lomba dongeng tingkat nasional di UGM pada 21 April 2019. Frisa adalah satu-satunya perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus wakil Sulawesi.

Mengusung tema “Mari Kita Temani Frisa Menyelesaikan Final Lomba Cerita Anak”, para komunitas ini memberikan dukungan untuk membekali murid SDN Ambiniki di Kecamatam Latoma Tua, Kabupaten Konawe itu melalui penggalangan dana pada Jumat (12/4/2019) malam.

“Bentuk dukungan kami galang adalah semangat dan solidaritas untuk saling mengajak berbagai pihak terlibat dalam kemajuan pendidikan Konawe, melalui pemberian tempat untuk tampil di hadapan publik bakat anak-anak dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Mereka butuh support (dukungan) dari kalangan umum untuk diberi ruang dan diapresiasi,” jelas Relawan Peduli Pendidikan, Mabrur Muhammad Yusup, Jumat (12/4/2019).

Foto Frisa Ramayani bersama sejumlah anak-anak dalam penggalangan dana di salah satu kafe. (Foto: Rohman untuk Sultrakini.com)

Acara ini juga dimeriahkan penampilan sejumlah murid dari Kecamatan Latoma Tua dan Asinua Tua. Mereka datang dari daerah 3T menempuh jalan berlumpur untuk tampil serba sederhana di di salah satu kafe wilayah setempat.

Mereka adalah Rehan, Radit, Ilmi, Aisyah, Ikbal, Riska, Suci Asfika, dan Frisa Ramayani. Anak-anak berbakat ini berasal dari SDN Amboniki, SDN Latoma Umata, SDN Lalowata, SDN Lalowata, SDN Asinua Utama, SMPN Tirawuti, SDN Amboniki. Mereka menampilkan pembacaan puisi, tarian tradisional, dan dongeng.

Adapun dana dibutuhkan Frisa Ramayani untuk mengikuti lomba dongeng, yaitu Rp 16 juta. Sementara dana hasil penggalangan berjumlah Rp 14.389.884, bersumber dari kitabisa.com, Pemda Konawe, Mbakoy Coffee, pihak SDN Amboniki, pendamping PKH Kementerian Sosial RI.

Relawan Peduli Pendidikan berharap, hasil penggalangan dana ‘untuk Frisa’ bisa membangkitkan semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarat untuk memajukan pendidikan di Konawe. Utamanya, yang berada di 3T

“Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, mengasah bakat anak, dan memberi apresiasi atas usaha dan kemajuan dalam pendidikan yang dilakukan dan dicapai anak-anak Konawe,” tambah Yusup.

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.