Pilkada koltim

Masyarakat Wangi-wangi Padati Darat dan Laut Jemput Arhawi-Hardin La Omo dari Kampanye 

SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Tak mau kalah dengan Binongko, Tomia, dan Kaledupa, ribuan masyarakat di pulau Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi memadati ruas jalan dan laut dengan perahu saat melakukan penjemputan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, H. Arhawi – Hardin La Omo (Halo) yang datang dari kampanye, Jumat (5/11/2020).

Di laut, ratusan masyarakat  menggunakan bodi batang, katinting, dan spit untuk menjemput kedatangan pasangan nomor urut satu ini. Arak-arakan dimulai dari belakang pulau Kaputa hingga ke pelabuhan Wanci.

Setibanya di pelabuhan Marina, pasangan ini disambut oleh ribuan masyarakat yang telah menunggu mereka sejak pagi. 

Di darat, kedatangan pasangan Halo ini diantar oleh ribuan simpatisan dan pendukungnya yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat ke lokasih kampanye di Desa Matahora, Kecamatan Wangiwangi selatan.

Sekretaris tim pemenangan pasangan  Halo, Salih Hanan mengaku kaget karena saat mereka baru pulang dari kampanye dari pulau Binongko, Tomia, dan Kaledupa, kini ribuan masyarakat Wangiwangi melakukan penjemputan.

Pilkada

“Saya juga kaget pas di bagian Kapota tiba-tiba banyak skali bodi batang datang menghampiri kapal yang kami tumpangi yang membawa bendera partai pengusung pak H. Arhwi dan Hardin La Omo. Pas kami sampai di pelabuhan ternyata lebih banyak lagi masyarakat yang menjemput,” katanya.

Menurutnya, antusias masyarakat untuk melakukan penjemputan, karena kemungkinan mereka mau menunjukkan kepada publik bahwa masih banyak pendukung dan simpatisan Halo, karena selama ini pasangan ini selalu di fitnah dan di caci.

“Kemungkinan masyarakat mau buktikan bahwa pendukungnya Halo masih banyak dan tetap solit, walaupun sering difitnah dan dicaci,” ucapnya

Salih Hanan menjelaskan, penjemputan ini tanpa ada mobilisasi dari tim, namun murni inisiatif dari mereka sendiri, karena dari jauh-jauh hari paslon Halo sudah menghimbau seluruh tim agar tidak melakukan pengumpulan masa dalam jumlah yang besar karena Indonesia masih dalam wabah Covid-19.

“Pak Bupati selalu menghimbau tim agar jangan lakukan pengumpulan masa dalam jumlah yang besar, tapi mungkin masyarakat sudah tidak sabar lagi karena colon sebelah sering kumpul-kumpul masa,” tegasnya. (C)

Laporan: Amran Mustar Ode
Editor: Hasrul Tamrin

1 Komen
  1. Lina berkata

    Rasa antusias itu sangat bagus namun di sisi lain masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan karena ada beberapa masyarakat yang tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.