Mayat Pria di Perairan Lambasina Diketahui Asal Bone

SULTRAKINI.COM : KOLAKA – Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, perihal ditemukannya sesosok mayat pria yang terapung dilaut disekitar pulau Lambasina tak jauh dari jalur lintasan Kapal Fery oleh nelayan, Rabu (6/4/2016). Hari ini, mayat tersebut akhirnya diketahui identitasnya.

 

Jazad korban yang telah divisum di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka diketahui bernama Agung Purwanto warga asal Kelurahan Pamula Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

 

Identitas korban tersebut diketahui setelah seorang warga Jalan Delima Kelurahan Sea Kecamatan Latambaga, Kolaka bernama Umar mendatangi ruang jenazah Rumah Sakit Benyamin Guluh, Kamis pagi (7/4/2016).

 

Menurut Umar, informasi yang diperoleh dari keluarganya di Bone, Agung dikabarkan berangkat dari Bone menuju Kolaka sejak Jumat pekan lalu melalui pelabuhan penyeberangan Bajo\’E menumpangi Kapal Fery Darma Kartika dibuktikan data manivest ASDP.

 

\”Anak ini (Agung) memang sering datang mengunjungi keluarganya di Kolaka termasuk saya, tapi kali ini dia mau datang lagi tidak ada informasi. Jadi saya kaget ternyata mayat yang ditemukan itu ponakan saya,\” terang Umar di temui di kediamannya.

 

Umar mengihwalkan, korban pernah pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kolaka sekitar tahun 2010 silam, namun korban berhenti sekolah lantaran tidak naik kelas.

 

\”Karena Agung saat itu tidak naik kelas akhirnya saya panggil bantu -bantu saya menjahit pakaian di Pasar Raya Mekongga,\” kisah Umar yang juga pemilik Penjahit Libra Kolaka.

yamaha

 

Tak berlangsung lama bekerja berselang, lanjut Umat, korban kemudian memutuskan pulang ke Bone.

 

\”Kalau ada acara pesta keluarga di Kolaka barulah dia (Agung) datang lagi, terakhir datang awal bulan Maret lalu waktu ada acara aqiqah anak sepupunya di jalan Delima,\” tutur Umar lagi.

 

Tentang jenazah korban, Umar mengatakan pihak keluarga sepakat untuk memulangkan ke orang tua kandungnya di Kelurahan Pamula untuk dikebumikan.

 

\”Rencana sore ini akan dibawa ke kampungnya menggunakan mobil ambulance melalui kapal fery,\” kata Umar.

 

Pantauan media ini, di kediaman Umar terlihat sanak keluarga terlihat berdatangan memberikan ucapan bela sungkawa dan sebagian lagi sibuk membuat peti jenazah.

 

Kasatreskrim Polres Kolaka, AKP Dennis Arya Putra mengatakan pihaknya bersedia melakukan otopsi jenazah korban, namun keluarga memilih memulangkan korban ke kampung halamannya.

 

\”Kami ingin jenazah diotopsi tapi kalau pihak keluarga tidak bersedia tentu tidak bisa dipaksakan. Tapi itu syaratnya harus ada pernyataan tertulis dari pihak keluarga yang menyatakan tak bersedia dilakukan otopsi terhadap korban,\” terang Dennis ditemui di Polres Kolaka.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.