MEDIA SOSIAL BANJIR KELUHAN MENGENAI PEMADAMAN BERGILIR DI KABAENA

Pemadaman lampu bergilir di kepulauan kabaena yang melahirkan keluhan masyarakat hingga membanjiri media sosial

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN Ranting Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) warga sekitar mengatakan bahwa pemadaman lampu tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu.. 

 “ ini lampu sudah sejak tahun lalu, kami mahasiswa saja sudah pulang kampung dua kali tapi kondisi yang kami dapatkan masiht etap saja sama ’’ ungkap Yuris Aswandi salah satu pemuda kabaena yang menjalani pendidikannya di UMI Makassar..

 Menurut Yuris, pemadaman listrik bergilir telah berlangsung lebih dari satu tahun dan tidak pernah ada kejelasan mengapa hal tersebut terjadi. Meski pemadaman sering terjadi, iuran pelanggan bukan semakin rendah, tetapi sebaliknya semakin melonjak.

 Yuris tidak menyebut secara rinci iuran tagihan listriknya per bulan, tetapi dijelaskan bahwa normal listrik menyala hanya 14 atau 15 malam perbulan.

 “ Tidak pernah sampai 30 atau 31 malam dalam sebulan, tetapi iuran yang kami bayar kok malah lebih tinggi bukan menurun, ada yang tidak beres ini ” ungkapnya.

Setelah berdiskusi bersama kawan kawan mahasiswa dan juga kepala PLN ranting kabaena, disana ada banyak hal yang kami tanyakan termasuk penyebab diadakannya pemadaman bergilir ini, tapi jawaban dari pihak kepala PLN masih saja seperti waktu waktu sebelumnya yaitu kerusakan mesin ” ungkap Yuris.

Akibat pemadaman bergilir yang sudah berlangsung lama hingga tahunan ini, keluhan keluhan dari masyarakat kabaenapun mulai membanjiri media sosial,seperti yang dikatakan di akun facebook milik Fatma faiqul yang berisi harapan kepada pemimpin yang kemudian akan terpilih di PILKADA 2017.

Mau gelapmi lagi, semoga pemimpin yang terpilih bisa  memberi solusi buat PLN kabaena kedepan “

Bukan hanya itu saja, namun ada juga sebuah kata yang mengekspresikan kemarahannya kepada pihak PLN, ini berasal dari akun facebook milik Nhyda, ia mengatakan,

“ Sumpah ini lmpu bikin emosi sngattt “

masyarakat kepulauan Kabaena, kabupaten Bombana menaruh harapan mereka kepada pemimpin yang terpilih pada pilkada serentak 2017 yang baru saja dilakukan tanggal 15 Februari lalu, sebab dengan normalnya penerangan di kabaena mungkin mereka akan merasa telah meraih impian kecil mereka. 

Penulis: Muh. Irfan mahmud

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.