Megaproyek Terminal Rp935 Miliar Belum Dapat Amdal

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pengajuan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana pembangunan terminal peti kemas di Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari, sudah berlalu 6 bulan. Namun PT. Pelindo IV Kendari hingga kini masih belum juga mengantongi dokumen tersebut.Padahal, PT. Pelindo IV telah menggandeng konsultan teknis Amdal dari Universitas Halu Oleo dan Bandung Jawa Barat. Ternyata, terkendala di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.\”Yah, kami terkendala itu, belum ada alasan kenapa dokumen Amdal tersebut belum dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, paling cepat Insyaallah di bulan 4 ini Amdalnya sudah rampung,\” kata General Manager PT. Pelindo IV Cabang Kendari, Abdul Azis saat ditemui Senin (22/2/2016).Meski begitu, pihak PT. Pelindo IV telah menyurat kepada Gubernur Sulawesi Tenggara dan Walikota Kendari untuk mendapatkan rekomendasi.\”Saya sudah menyurat, tapi baru Walikota saja yang sudah memberikan rekomendasi. Ya sambil Amdal diurus, pembangunan fisik bisa jalan,\” tambahnya.Bocorannya, anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan terminal peti kemas tersebut mencapai Rp935 miliar yang bersumber dari Penanaman Modal Nasional, ditambah dari internal Pelindo sendiri. Sebesar Rp635 miliar untuk infrastruktur, serta Rp300 miliar untuk peralatan.\”Target kami pertengahan 2019 terminal tersebut sudah rampung, kalau Amdalnya sudah keluar, baru kami lelang kepada kontraktor untuk pengerjaannya,\” tutup Abdul Azis. (C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.