Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Melawan Saat Ditangkap, Pengedar Sabu di Muna Didor

SULTRAKINI.COM: MUNA – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Muna melempuhkan pengedar sabu bernisial LD dengan timah panas. Hal tersebut terjadi karena tersangka berusaha melarikan diri dan melawan saat hendak ditangkap di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Raha III, Sabtu (29/6/2019) sekira pukul 20.15.

Penangkapan tersebut berawal dari laporan warga bahwa akan ada transaksi sabu. Dari laporan tersebut Satres Narkoba bersama BBN Muna langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Awalnya, penangkapan berlangsung lancar saat Satres Narkoba berhasil menciduk pelaku beserta barang bukti satu saset sabu yang disimpan dalam bungkusan rokok dan sejumlah uang tunai hasil transaksi, namun saat hendak digiring, LD tiba-tiba saja memberontak untuk melarikan diri.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dan pihak kepolisian, dimana saat itu pelaku berusaha melawan dengan memukul dua anggota polisi menggunakan balok 5.7. Tak sampai situ, LD kemudian berusaha melarikan diri dengan cara melompat ke kali di tengah pemukiman warga, sehingga polisi terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas pada bagian kaki kanan.

Lurah Raha III, Laode Hadasi, mengatakan kaget mendapat informasi dari pihak kepolisian terkait seorang warganya yang terlibat perkara penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan dimintai untuk menyaksikan penggeledahan yang akan dilakukan di rumah warganya itu.

“Di dalam rumah warga saya, ditemukan itu barang bukti 16 saset sabu siap edar, laptop, dua unit komputer dan Hp. Saya juga tadi sempat rekam di Hp saya,” kata Hadasi kepada SultraKini.Com saat ditemui di TKP usai penangkapan.

“Saya kaget jika pelaku adalah pengedar sabu dimana selama ini di tengah masyarakat pelaku terkenal pendiam dengan aktifitas keseharian sebagai buruh bangunan,” sambungnya.

Untuk diketahui sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Muna, karena sibuk mengawal pelaku yang dirujuk di RSUD Muna untuk mengangkat peluru yang masih bersarang di kakinya.

Laporan: Arto Rasyid
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.