Melihat Pencapain Pembangunan di Kendari Sepanjang 2019

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Impian Pemerintah Kota Kendari dalam mewujudkan kota layak huni berbasis ekologi, informasi, dan teknologi terus digenjot. Selama setahun, Pemkot terus menyupayakan terwujudnya hal tersebut dari berbagai sisi pembangunan.

Sepanjang 2019 merupakan tahun kedua Pemkot dalam mengimplementasikan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan. Wujud misi Pemkot Kendari ini dijabarkan dalam tiga aspek, yakni misi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, pembangunan infrastruktur, dan misi penataan wajah Kota Kendari.

(Baca: Wajah Kota Kendari di 2019 Berbasis Digital)

Misi peningkatan kualitas pelayanan dimulai Pemkot Kendari pada 2019 dengan menerapkan digitalisasi pada berbagai aktivitas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan ini, berupa Penerapan SSDP elektronik (e-SSDP) dan sistem informasi persuratan (Simper) yang dianggap mampu mengefisiensi dan mengefektifkan belanja rutin Pemkot Kendari.

(Baca: Surat Menyurat Pemkot Kendari Kini Berbasis Digital)

Berikutnya, penerapan pajak berbasis digital melalui alat perekam pajak pada sektor peneriman daerah, telah mampu menekan secara signifikan tingkat kebocoran penerimaan pajak daerah.

Ada juga digitalisasi proses layanan perizinan pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu melalui aplikasi Sicantik cloud yang terintegrasi dengan OSS, telah memberikan kemudahan mengurus perizinan berusaha dari masyarakat.

(Baca: Mudahkan Pelayanan Izin, PTSP Kendari Teken Pemohon Lewat Digital)

Selain itu, digitalisasi pada berbagai layanan masyarakat di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui aplikasi Layanan Integrasi Kendari atau LAIKA juga telah dirasakan manfaatnya.

(Baca: Aplikasi Laika dan Kain Tenun Diresmikan di Expo Kendari)

Sementara sektor kesehatan, Pemkot menerapkan aplikasi sistem informasi kesehatan daerah atau Sikda Generik. Masyarakat telah dapat mengakses aplikas ini untuk kamar rujukan pasien ke rumah sakit, chek up kesehatan, cabut gigi, dan layanan kesehatan lainnya tanpa registrasi manual di puskesmas.

Fortune

(Baca: Kota Layak Huni Berbasis IT, Kendari Digitalisasi Pelayanan Kesehatan)

(Baca juga: Tenaga Puskesmas di Kendari Praktik Mengelola Sikda Genetik)

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, mengatakan misi pembangunan dan infrastruktur serta penataan wajah Kota Kendari mengutakan pada upaya menuntaskan titik rawan banjir dan genangan. Sebanyak 24 titik rawan banjir sebagian besar dikerjakan dan ditargetkan tuntas pada 2020.

Sedangkan infrastruktur, lanjutnya, penataan jalan-jalan yang sering dikeluhkan masyarakat untuk diperbaiki. Misalnya, perbaikan Jalan Khairil Anwar yang sekitar 20 tahun dikeluhkan masyarakat.

“Di samping itu penataan wajah Kota Kendari dilakukan melalui penataan dan rehabilitasi kawasan kumuh yang juga dituntaskan seluas 210 dari total kawasan kumuh 490 hektare,” tambah Sulkarnain.

(Baca juga: Pemkot Kendari Sulap Kawasan Kumuh di Bungkutoko dan Petoaha menjadi Objek Wisata)

Pada 2019, Pemkot Kendari juga membangun dan merehabilitasi 76 unit sekolah sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi anaak-anak untuk menerima pelajaran dari bapak dan ibu guru.

(Baca juga: Wali Kota Kendari Tinjau Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah: 76 Sekolah Dibenahi)

Penataan tambat labuh yang diharapkan dapat menjadi kawasan smart point dan menjadi destinasi wisata alternatif baru bagi warga Kota Kendari.

‘’Dalam misi peningkatan kualitas pelayanan dan penataan wajah Kota Kendari, tahun 2019 ini kita juga memulai pembanguan gedung Wali Kota Kendari. Semua Upaya yang kita lakukakan diharapkan meningkatkan pelayanan publik dan memberikan kepuasaan pada masyarakat. Di tahun 2020 semoga Kota Kendari dapat menyelesaikan semua target-target yang diusung sebelum-sebelumnya,” ucapnya.

(Baca juga: Sulkarnain: Pembangunan Gedung Baru Kantor Wali Kota Kendari masih On The Track)

Laporan: Ade Putri
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.