Membangun Digital Friendly, Dispar Sultra Gelar Talkshow dan Pembentukan Forum Milenial Kreatif

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Lulopedia.tv menggelar Workshop Ekonomi Kreatif Subsektor Media “Talkshow dan Pembentukan Forum Milenial Kreatif” di salah satu hotel di Kota Kendari, Selasa (8 Desember 2020). Tujuan kegiatan ini salah satunya sebagai wadah bagi milenial untuk mengetahui lebih luas tentang pariwisata di Sultra.

Talkshow dan Pembentukkan Forum Milenial Kreatif diikuti 50an orang milenial dengan latar belakang berbeda-beda. Mulai dari perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, siswa, hingga jurnalis di Kota Kendari, dan peserta lainnya.

Kegiatan ini diagendakan berlangsung tiga hari ke depan dengan mengulas seputar pariwisata, utamanya workshop penulisan konten wisata, teknik menulis di media sosial, workshop teknik fotografi wisata, hingga urgensi hasil foto di media sosial.

Workshop Ekonomi Kreatif Subsektor Media “Talkshow dan Pembentukkan Forum Milenial Kreatif”, Selasa (8/12/2020). (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Menariknya, kegiatan ini berlangsung secara live streaming, agar membantu masyarakat lainnya yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.

Ada juga pembentukkan forum milenial kreatif yang akan mengawali kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, La Ode Saifuddin, menerangkan pengembangan pariwisata saat ini harus mengedepankan prinsip digital friendly, yaitu harus memfasilitasi pengunjungnya ddalam melakukan look, book, buy, dan act dengan media digital. Dibutuhkan juga penggerak secara personal yang nantinya terus memberikan ulasan dan review positif dari berbagai destinasi yang dikunjungi.

Workshop Ekonomi Kreatif Subsektor Media merupakan salah satu upaya pendongkrak bagi pembangunan pariwisata di Sultra, dengan melibatkan secara langsung kalangan milenial.

La Ode Saifuddin menjelaskan, Provinsi Sultra memiliki 2.067 destinasi pariwisata yang tersebar di 17 kabupaten dan kota, terdiri dari lebih dari 1.000 destinasi alam, 880 destinasi budaya, dan 104 destinasi buatan. Promosi menjadi alternatif terbaik dalam hal tersebut. Khususnya melalui digital agar menjadi pengetahuan, sekaligus rekomendasi terbaik bagi pelancong domestik maupun mancanegara ketika berada di “Bumi Anoa” ini.

“Untuk Sultra, pembangunan pariwisata berkontribusi nyata pada pendapatan daerah, melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sultra ikut berperan aktif kembangkan digital tourism dan menembangkan promosi pariwisata dengan menggerakkan milenial. Milenial dan era digital adalah satu yang tidak bisa dipisahkan,” ucapnya ketika membuka kegiatan, Selasa (8/12/2020).

Workshop Ekonomi Kreatif Subsektor Media “Talkshow dan Pembentukkan Forum Milenial Kreatif”, Selasa (8/12/2020). (Foto: Dok.Sultrakini.com)

Ia berharap, kegiatan tersebut membantu milenial membuka wawasannya tentang kekayaan pariwisata di Sultra yang memiliki magnet luar biasa, mulai dari wisata petualangan, kuliner, budaya, bahari dan lainnya.

Milenial juga diharapkan mengembangkan pariwisata dari sudut pandang yang kreatif. Misalnya, membuat konten dan foto yang kreatif berisi tentang informasi pariwisata dan review untuk masyarakat luas.

“Saya menunggu karya-karya kalian dalam mempromosikan pariwisata Sultra di media sosial. Semua hal tersebut diharapkan akan membangun konteks dan citra positif yang disampaikan ke masyarakat luas, khususnya sebagai strategi baru memperkuat sektor pariwisata di era pandemi Covid-19,” ujarnya di hadapan peserta.

Untuk diketahui, kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan.

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.