Membuka Peluang Warga Sultra menjadi Pengajar BIPA

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) membekali calon pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing untuk mengikuti seleksi pengajar BIPA ke luar negeri. Pembekalan dibawakan langsung oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK).

Pelatihan Pembelajaran BIPA 2019 di Sultra, mengundang dua pemateri luar daerah selama kegiatan pada 4-6 Februari 2019. Hari pertama pelatihan, diisi oleh Daud Yusuf selaku Koordinator Pengiriman Pengajar BIPA. Dia juga Staf Bidang Diplomasi Kebahasaan PPSDK yang memperkenalkan perihal BIPA kepada peserta. Di hari kedua dan hari terakhir, materi pelatihan dibawakan Ari Kusmiatun, yakni Pengajar BIPA dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Pembekalan terhadap peserta tidak sebatas materi, namun diselingi dengan praktik di dalam ruangan. Salah satu materi didapatkan, yaitu metode pembelajaran BIPA. Materi ini brguna juga saat peserta mengikuti seleksi pengajar BIPA ke luar negeri oleh PPSDK yang dibuka sejak Februari hingga Maret 2019. Di seleksi itu, peserta bisa memilih negara tempat mengajar nantinya.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal peserta untuk mengikuti seleksi pengajar BIPA. Tahun ini, Sultra dapat menghasilkan pengajar BIPA yang nantinya dapat dikirim ke luar negeri oleh PPSDK,” terang Koordinator Pelatihan Pembelajaran BIPA 2019, Mulawati, Selasa (5/3/2019).

Peserta pelatihan pembelajaran BIPA saat menerima materi di Aula Kantor Bahasa Sultra, Selasa (5/3/2019). (Foto: Intan Juwita/SULTRAKINI.COM)
yamaha

Kantor Bahasa Sultra sebelumnya menyelenggarakan BIPA 2018. Di tahun itu, pihaknya mengadakan pembinaan jejaring BIPA dengan memanggil pejabat atau pengambil keputusan dalam universitas, di antaranya Universitas Muhammadiyah Kendari, Institute Agama Islam Negeri Kendari, dan Universitas Halu Oleo untuk membentuk Asosiasi Pengajar Pegiat (APP) BIPA. Namun asosiasi tersebut belum sempat dibentuk hingga kini.

Di tahun itu juga Kantor Bahasa membuat bahan ajar pendukung BIPA berbasis lokalitas Sultra yang saat ini digunakan peserta dalam mengikuti kegiatan.

PPSDK berharap, bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Setidaknya menjadi bahasa komunikasi di asia tenggara.

“Kan mereka (WNA) datang ke Indonesia, baiknya mereka dapat berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Sebagai bagian dari kecintaan kita (masyarakat Indonesia) pada bahasa Indonesia, mengajarkan bahasa kita pada orang asing. Kita patut mengutamakan bahasa kita sendiri, jangan sampai sibuk mempelajari bahasa orang asing sampai lupa mempelajari dan memperkenalkan bahasa sendiri. Sebagaimana slogan Kantor Bahasa Sultra, Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing,” jelas Mulawati kepada Sultrakini.com.

(Baca: BIPA, Internasionalkan Bahasa Indonesia)

Laporan: Intan Juwita
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.