SUARA

Membunuh di Kantin Sekolah, Pelaku Ditangkap di Perbatasan RI-Malaysia

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Berakhir sudah pelarian dua tersangka pembunuhan di kantin SMA Negeri 1 Samaturu Kolaka, beberapa waktu lalu. Mereka adalah Jusman dan Jumardin.Jajaran Polres Kolaka mengejar dua tersangka ini hingga ke daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia, yaitu didaerah Berau, Kalimantan Timur.Dua tersangka yang bersaudara ini, memang telah merencanakan pelarian mereka dengan matang. Buktinya proses pelarian dari Kolaka ke Kalimantan Selatan bisa berjalan dengan mulus.Kepala Satuan Reskrim Polres Kolaka, AKP Dennis Arya Putra menjelaskan, kedua tersangka dalam pelariannya ingin bekerja di Kalimantan Timur, yang pada akhirnya ketika memiliki uang akan melarikan diri ke Malaysia.\”Setelah kerja dan dapat uang memang niatnya mau lari ke Malaysia. Tempat ditangkap itu kan cukup dekat dengan negara Malaysia. Jadi kami tangkap di batas,\” katanya di Bandar Udara Sangia Nibandera, Rabu (14/03/2016).Dia menambahkan, selama proses pelarian kedua tersangka ini mendapat suplai dana dari pacar salah satu tersangka.\”Tersangka bernama Jusman ini memang mau nikah tapi karena membunuh, akhirnya uang nikahnya itu dipakai melarikan diri. Yang bawakan juga calon istrinya,\” tambahnya.Polisi terbilang kesulitan mengejar dua tersangka pembunuhan ini. Kedua tersangka ini cukup lihai menghindar dari kejaran Polisi. \”Dia kuasai medan. Pasca membunuh mereka lari ke gunung Lakuya, lalu ke kota Baubau dan terus lari ke Makassar hingga Kalimantan Timur. Terpaksa kami tembak di bagian kaki karena memang mau kembali melarikan diri saat ditemukan dan dikejar di dalam hutan,\” tutur AKP Denis Arya Putra.Ditempat yang sama, salah satu tersangka bernama Jusman, mengakui dalam proses pelarian itu pacarnya turut membantu. \”Pacarku yang berikan uang Rp15 juta itu. Dia bawakan saya ke Kendari. Saya yang minta itu uang. Itu uang yang dipake lari ke Kalimantan Timur daerah Berau,\” akunya.\”Di Berau rencana mau kerja dan kalau sudah ada uang baru ke Malaysia. Rencananya di Malaysia nanti mau kerja di kebun sawit. Karena memang pernah saya kerja disana pak. Berdua dengan adik saya pak mau lari kesana,\” tambahnya.Seperti yang diberitakan sebelumnya Jusman dan Jumardin membunuh Mustakim di kantin sekolah. Masalahnya pun sepele. Mereka berdua memaksa korban memberikan uang sebesar Rp100 ribu. Korban menolak dan akhirnya dihabisi oleh kedua tersangka.(C)Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.