Mencermati Bertambahnya Tenaga Asing Di Konawe

– GMP Gandeng Mahasiswa Gelar Seminar Nasional

SULTRAKINI.COM: Konawe – Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin terus bertambah. Belum ditahu betul, apakah kehadiran TKA yang kebanyakan berasal dari China itu membawa dampak positif ataupun negatif bagi tenaga kerja lokal. Apalagi, beberapa negara termasuk Indonesia tengah bersiap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

 

Untuk mencari tahu hal tersebut, Garda Muda Palapa (GMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Universitas Lakidende (Unlaki) menggelar seminar Nasional Kondisi Investasi Sultra Dalam Pusaran MEA dengan mengambil tema menakar nilai plus keberadaan tenaga kerja asing di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). yang dilaksanakan di Aula Universitas Lakidende, Selasa (26/4).

 

Ketua GMP Sultra Jaswanto SH saat ditemui usai kegiatan mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan dorongan kepada mahasiswa dan masyarakat secara umum untuk berperan aktif dan mempersiapkan diri dengan skill, agar mampu berkompetesi dengan TKA.

 

\”Biar bagaimanapun, mahasiswa nantinya akan membutuhkan lapangan pekerjaan. Nah apakah keberadaan TKA di Konawe ini membawa dampak positif ataukah sebaliknya. Maka kita akan diskusikan bersama,\” jelasnya.

 

Harapanya, kata dia, kegiatan ini akan terus berlanjut sebagai ajang untuk menciptakan iklim kenyamanan investasi sebagai wujud meningkatkan taraf perekonomian di Sultra dan mendorong kehadiran investasi luar segai wujud peningkatan pembangunan dengan keterjaminan regulasi peraturan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sultra.

 

yamaha

\”Dengan adanya investasi luar, dan kenapa mengambil tema ini karena menurut pantauan kami keberadaan tenaga asing untk Sultra terbanyak di Kabupaten Konawe, sehingga kami menganggap perlu adanya edukasi kepada masyarakat konawe agar mampu meningkatkn skillnya untk berkompetisi dgn tenaga kerja asing,\” tutupnya.

 

Semntara itu, Rektor Unlaki, Masihu Kamaluddin yang diwakili oleh Wakil Rektor (WR) 3 Bidang Kemahasiswaan, Anas Arifin mengatakan, kegiatan seminar ini bisa menjadi tolak ukur mahasiswa khususnya mahasiswa Unlaki dalam mempersiapkan diri masuk dalam dunia kerja. Apalagi, kata dia, kedepan Indonesia secara umum dan Kabupaten Konawe secara khusus akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana persaingan dunia kerja akan semakin ketat.

 

\”Jika sejak awal mahasiswa tidak menyiapkan diri mengasah skill dan kemampuan dalam menghadapi MEA. Maka siap-siap kita akan menjadi penonton di daerah sendiri,\” ujarnya.

 

Mengenai keberadaan tenaga kerja asing di Kabupaten Konawe, ia mengatakan tidak bisa menyalahkan banyaknya tenaga asing yang masuk. Pasalnya keberadaan mereka juga dibutuhkan di suatu perusahaan. Namun yang harus menjadi catatan penting adalah tetap memberdayakan tenaga kerja lokal.

 

\”Makanya tenaga kerja lokal harus punya kemampuan dan skill agar mampu bersaing. Salah satu caranya adalah dengan menambah ilmu pengetahuan tentang mea,\” tutupnya.

 

Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.