Mendikbud: Orang Tua Berhak Menentukan Anaknya Bersekolah Tatap Muka

SULTRAKINI.COM: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menekankan protokol kesehatan bagi sekolah yang berada di zona hijau pandemi Covid-19 dalam menghadapi tahun ajaran baru.

Nadiem menjelaskan, pembukaan sekolah khusus bagi wilayah yang berada di zona hijau dengan mengedepankan protokol kesehatan. Hal ini ia sampaikan dalam rangka memasuki tahun ajaran baru pada Senin, 13 Juli 2020.

“Beberapa kabupaten/kota yang merupakan zona hijau menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional dimungkinkan memulai pembelajaran tatap muka dengan persyaratan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Nadiem Makarim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (12 Juli 2020).

Sebelumnya, Kemendikbud bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran Baru dan Tahun Akademi Baru di Masa Pandemi Covid-19.

Proses pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap dimulai dari SMP/MTS dan SMA/SMK/MA, lalu SD kemudian Paud.

Selain berada di zona hijau, kebijakan membuka sekolah dan belajar tatap muka menjadi kebijakan kepala daerah, kepala sekolah, termasuk orang tua berhak menentukan sekolah tersebut sudah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Id Bulog

“Jadinya, sekolah-sekolah kalau mau membuka kembali pembelajaran tatap muka harus benar-benar meyakinkan semua orang tua bahwa protokol kesehatan di sekolahnya itu sudah sangat mapan,” tambah Nadiem.

Lanjutnya apabila ada orang tua yang merasa tidak siap jika anaknya mesti kembali bersekolah tatap muka, mereka berhak untuk menolak dan anak tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah.

“Jadi kita benar-benar harus memegang prinsip kebebasan memilih karena ini kan mengenai kesehatan masing-masing. Menurut kami, prinsip dasar itu adalah haknya orang tua,” sambung Nadiem dikutip dari Liputan6.com

Mendikbud juga sementara memonitoring kesiapan beberapa wilayah zona hijau yang akan menerapkan pembelajaran tatap muka.

“Jadi harapan kami adalah pemda dan kepala dinas itu bisa benar-benar mendukung proses ini, dan tentunya Kemendikbud di sini siap mendukung dan salah satu caranya adalah tentunya sumber dayanya kita jadikan fleksibel,” ucapnya.

Sumber: Tempo.co dan Liputan6.com
Laporan: Irvan
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.