Mengenal Pasar Modal, Langkah Awal Mencari Investor Muda di Kalangan Mahasiswa

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Bertajuk menjadi investor muda di pasar modal, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo melalui organisasi mahasiswanya BEM, membahas topik bergengsi ini dengan MNC Sekuritas serta pemateri berkompeten lainnya.

Menurut Direktur Utama MNC Sekuritas, Susy Meilina, di Indonesia hanya sebagian kalangan benar-benar paham mengenai pasar modal. Padahal banyak potensi bisa dikembangkan dengan hal itu. Diketahui bahwa investor saham ikut berpartisipasi dalam mendorong perekonomian di Indonesia.

“Jadi investor itu nggak susah kok. Nggak perlu tunggu sampai 50 juta baru bisa investor. Hanya 100 ribu, orang bisa beli saham. Belinya 100 nanti berkembang jadi 150 itu sudah untung,” ujar Susy, Senin (26/11/2018).

Kata dia, terdapat dua cara menganalisa perusahaan dalam membeli saham. Pertama, analisis fundamental. Dilihat dari sisi operasionalnya, laporan keuangan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedua, analisis teknikal, yakni melihat grafik naik turunnya harga saham.

“Kita terus mengekspansi (perluasan) terutama Sulawesi Tenggara. Begitu banyak potensi bisa dikembangkan. Sesuai dengan komitmen MNC sekuritas yang mana bagian dari MNC Group untuk berkontribusi membangun negeri,” tambah Susy.

Sementara itu, CEO Burawa Group, Jaffray Bittikaka berharap, generasi muda dapat membangun daerah demi kemajuan bangsa dengan terus meningkatkan pasar modal di Indonesia.

Id Bulog

“Kita upayakan semua segmen di seluruh kampus Sulawesi Tenggara, khususnya anak muda dan pengusaha dapat melihat peluang bagus. Bahwa investasi dan pasar modal di Sultra ini sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan,” ujar Jeffray.

Kegiatan yang juga menghadirkan Kepala Perwakilan BEI Kendari, Epha Karunia Tirtasari ini merupakan rangkaian kegiatan pra Fisip Days pada Desember mendatang. Tujuannya, memotivasi mahasiswa menjadi investor muda.

Pasar modal memang memiliki peran penting, dilansir dari situs resmi OJK, pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu sarana pendanaan usaha atau sarana perusahaan mendapatkan dana dari investor dan sebagai sarana bagi masyarakat berinvestasi pada instrumen keuangan.

Instrumen yang terjalin di dalamnya diyakini mampu meningkatkan pendanaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, mengingat pasar saham tentu ingat BEI atau Indonesia Stock Exchange. Perdagangan saham di sini diatur oleh PT BEI yang merupakan lembaga pemerintah. Sedangkan pengawasannya dilakukan OJK.

Tercatat sekitar 535 saham perusahaan aktif diperdagangkan di BEI. Juga tercatat 77 obligasi korporasi, 89 Surat berharga negara, 8 Exchange Traded Fund (ETF), serta 11 Efek Beragun Aset (EBA) di BEI.

Laporan: Linda Dwi Rahayu&Wa Kandi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.