Festival Pesona Budaya Tua Buton

Mengenal Yusup Maulana, GM Hotel dengan Seabrek Ide Pariwisata

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tepat setahun semenjak menginjakkan kaki di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara, yakni Juli 2017, Yusup Maulana Mana telah menginspirasi banyak orang untuk menghidupkan ide-ide pengembangan pariwisata di daerah ini. Kiprah partisipasinya dalam berbagai kegiatan kepariwisataan di Sultra, membuatnya dikenal berbagai kalangan, baik pejabat maupun generasi muda.

Warga Sultra mengenal sosok Yusup sebagai General Manager Plaza Inn Hotel by Horison Kendari. Pribadinya yang ramah khas orang Sunda (Jawa Barat), pemikiran yang terbuka, menjadikan ia mudah bergaul dengan siapa pun. Setiap konsep dan persoalan, baik dalam pekerjaan maupun urusan sosial, diselesaikan dengan tuntas olehnya. Maka tak heran, siapa pun yang pernah bekerjasama dengannya pasti merasa nyaman.

Lebih dari sekadar GM Hotel, Yusup telah banyak berkontribusi dalam berbagai event pariwisata dan aksi sosial di Sultra. Beberapa diantaranya menjadi dasar pengembangan kepariwisataan Sultra, yang belum pernah dilakukan bahkan oleh pemerintah setempat. Sejumlah ide, partisipasi dan aksi dituangkan langsung, diantaranya dalam kegiatan:

1. Bedah Kantor Veteran Sultra

2. Membersihkan Kali Kimia bersama Korem 143 HO dan Kodim Kendari

3. Menanam 1000 pohon TNI dan Polri

4. Festival Lulo Nggada

5. Sunatan Massal

6. Penelitian Pariwisata Kota bersama Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kendari

7. Promo Namu Island

8. Promo Moramo Water Fall

9. Promo Layang-Layang Kaghati

10. Penggagas Pembuatan Majalah Pariwisata

11. Penggagas Web Map untuk Hotel dan Restaurant di Kendari

12. Penggagas Pembuatan Aplikasi Smart City

13. Support kreatifitas pemuda lokal diantaranya: Teriak Lewat Karya, Wonuando Film, Sforzando Choir, RURUHI Project, Kendari Creative, Kendari Music, Magic Show/Sulap Kendari, Musik Daerah (Gambus), Promo Pulau Bintang Kolaka Utara, Komunitas Kuliner Kendari, dan lain lain.

14. Konsultan Pengembangan Pariwisata

15. Konsultan Pengembangan Hotel

16. Konsultan Pengembangan Restaurant

17. Pengembangan Travel Agent
18. Pengembangan Desa Sindang Kasih Kabupaten Konawe Selatan untuk Program CBT (Community Base Tourism)
19. Pengembangan Promosi Bokori Island Dengan Dinas Pariwisata Provinsi

20. Kerjasama dengan WWF untuk Green Hotel
21. Ikut merumuskan paket perjalanan wisata “Hot Deal Tourism Jakarta dan Makassar”
22. Kerjasama dengan Asita
23. Ketua Komisi III Perhimpunan Hotel dan Restoran Iindonesia (PHRI) Sultra
24. Membuka kursus gratis kerjasama dengan Yayasan YBCMI dan CMI untuk 4 jurusan, yakni Kursus Komputer, Bahasa Inggris, Public Relations dan Sekertaris.
24. dan sebagainya

Yusup Maulana Mana (ist)

Karir Mulai dari Bawah di Berbagai Daerah, Menemukan Kecocokan di Sultra

Tak banyak yang tahu, Yusup Maulana Mana telah mengenyam banyak pengalaman kerja di berbagai daerah. Ide-idenya ditularkan di mana pun dia berkiprah. Karirnya di hotel, dimulai dari bekerja di
Sheraton Bandung Hotel and Towers sebagai Room Attendant, kemudian The Queen Chinese Restaurant Bandung dan Ritz Carlton Resort and Spa Bali, keduanya sebagai Waiter.

Setelah itu statusnya meningkat sebagai Housekeeping Team Leader pasca pindah ke Novotel Bandung, lalu di Arion Swiss-Belhotel Bandung menjabat Assistance Executive Housekeeper, selanjutnya naik sebagai Executive Housekeeper saat dipindah ke Swiss-Belhotel Tarakan.

Jabatan Executive Housekeeper masih dipegangnya ketika pindah ke Travelers Hotel Sentanidan Swiss-Belinn Panakukkang Makassar. Pindah jabatan saat ditransfer ke Swiss-Belhotel Harbourbay Batam menjadi Room Division Manager, lalu di Swiss-Belinn Batam menjadi Incharge Hotel Manager. Ia kemudian menjabat Executive Assistant Manager Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta, sebelum akhirnya ditugaskan sebagai General Manager di Plaza Inn Kendari By Horison.

Yusup bekerja di bawah naungan operator nasional, yakni Metropolitan Golden Management (MGM), yang menerapkan standar produk dan pelayanan internasional. Awal Agustus 2018 nanti, dia akan pindah lagi untuk mencoba tantangan baru di daerah baru. Tentu mengembangkan ide-ide baru yang juga segar.

“Nanti saya akan kabari teman-teman di mana tujuan kiprah selanjutnya. Yang jelas, saya pergi untuk kembali,” canda Yusup, yang mengaku memiliki kecocokan dengan Sulawesi Tenggara. Ia ignin kembali ke Sultra dan menjadi warga Bumi Anoa bersama keluarganya kelak.

Yusup bersama istri dan dua anaknya (ist)

Belajar dari Kesalahan, Motto Hidupnya

Seorang Yusup, sebelum menjadi GM hotel bintang 3 di Kendari, rupanya telah melakoni berbagai jenis pekerjaan. Ia pernah menjadi pengamen, buruh bangunan, buruh pabrik sepatu, hingga jualan pulsa. Ia yang hobby musik bergenre Rock ini, adalah pemain bass dan vokalis. Ia juga suka mengoleksi motor tua, hobi naik gunung, dan pernah jadi penyiar Radio Dirgantara Milik Lanud Tarakan Kalimantan Utara.

Putra dari pasangan Yus Rusmana (Maumere) dan Hj Euis Karyati (Sunda) ini, menikah dengan Ernie Meilani dan telah memiliki buah hati Davnie Aura Permana (11 tahun) dan Audrey Avara Chandani Permana (5 tahun).

Bacaan favoritnya, “Dream Phsycology” karya Sigmund Freud dan “Mereka Bilang Aku Monyet” karya Djenar Maesa Ayu. Dia juga penggemar filsuf Yunani seperti Plato, Socrates, Isaac Newton, serta Aristoteles.

“Belajar dari kesalahan walaupun dalam proses belajar pasti ada kesalahan,” kata Yusup mengungkapkan motto hidupnya kepada sultrakini.com.

Laporan: Rifin
Editor: Gugus Suryaman

  1. Tri seno berkata

    Mantap bro,… lanjutkan,..sekerandu iraha atuh dirubah na,..?

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.