Pilkada koltim

Mengenal Zero Growth, Sistem Seleksi CPNS 2018

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 menggunakan sistem zero growth atau mengusulkan tak lebih dari jumlah pegawai yang pensiun, dipecat atau mengundurkan diri.

Zero growth bertujuan untuk mengendalikan jumlah PNS agar tidak terus bertambah. Sebab bila terjadi, pengeluaran anggaran negara untuk menggaji PNS juga bertambah.

“Pengusulan CPNS berdasarkan berapa yang pensiun itu yang diusulkan provinsi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (BKD-Sultra), Nur Endang Abbas, Senin (21/5/2018).

Sementara di Daerah Otonomi Baru (DOB), disepakati kuota CPNS berdasarkan presentasi perbandingan jumlah pegawai dan penduduk serta kebutuhan prioritas pembangunan daerah, sehingga tak mesti berpatokan pada Batas Usia Pensiun (BUP).

Pilkada

“Sampai sekarang belum ada jumlah yang pasti, karena pemahaman kabupaten/kota berdasarkan informasi yang lalu 700 sampai 800 untuk provinsi, daerah 1.200 karena terkait dengan guru, tapi itu berubah karena sesuai BUP,” tambahnya.

Menurut dia, selain BUP, manajemen PNS dalam mendukung kemajuan pembangunan daerah juga diperhitungkan dalam pengusulan tersebut. Misalnya, Kabupaten Wakatobi dengan potensi pariwisatanya, maka diusulkanlah CPNS di bidang itu atau percepatan pembangunan infrastruktur berapa persen.

“Besok batas penyetoran pengajuan karena akan dipresentasikan di Kemenpan RB. eksekusinya nanti akan keluar akhir Mei,” jelasnya.

CPNS 2018 dibuka sesuai kebutuhan rencana strategis di instansi daerah. Untuk itu kabupaten/kota akan mengajukan kebutuhan PNS yang nantinya keputusan jumlah CPNS tetap disesuaikan kemampuan keuangan negara. Makanya, Kemenpan RB akan memverivikasi usulan tersebut.

 

 

Laporan: Nur Cahaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.