Sample Skyscraper 160×600
Sample Skyscraper 160×600
Iklan Clarion

Mengenang Vokalis Koes Plus dan 6 Lagu Populernya

SULTRAKINI.COM: Vokalis Koes Plus Yon Koeswoyo meninggal dunia di usia ke-78 pada Jumat, 5 Januari 2018. Jenazahnya dibawa ke rumah duka di Jalan Salak, Pamulang, Tangerang Selatan sebelum dimakamkan.

Legenda musik Indonesia, penyanyi sekaligus pemain gitar band Koes Plus, Yon Koeswoyo ini, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan penyebab pasti Yon Koeswoyo meninggal dunia. 

Sebelum meninggal dunia, salah satu keluarga Koes bersaudara ini memang sempat bolak-balik dirawat di rumah sakit karena sakit komplikasi yang dideritanya. Sebelumnya, ia pernah dikabarkan menderita diabetes dan gagal ginjal.

Saat konferensi pers sebelum konser di tahun 2016 lalu, Yon mengungkapkan bahwa dia sempat diopname dari bulan Mei sampai Juni 2016. 

“Saya kemarin diopname sebulan lebih. Katanya tidak ada harapan. Tapi karena doa Anda semuanya, saya diberi kesembuhan,” katanya. 

Yon mengungkapkan, bahwa saat itu dia merasa sesak napas karena paru-paru bolong yang dideritanya. 

“Tuhan kasih peringatan kepada saya. Organ tubuh sudah seperti itu. Dihajar satu bulan opname.”

Pria kelahiran Tuban, Jawa Timur ini juga mengungkapkan kalau dalam kurun waktu sebulan sekali dia pun harus melakukan check-up.

Paru-paru bolong

Paru-paru bolong, adalah salah satu penyakit yang diaku Yon Koeswoyo menggerogoti tubuhnya.

Mengutip berbagai sumber, paru-paru bolong merupakan kondisi medis di mana paru-paru bocor akibat adanya gumpalan udara yang sangat banyak di dalamnya. Paru-paru ini juga disebabkan proses radang dan infeksi paru-paru. 

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya paru-paru bolong. Misalnya trauma berat karena patah tulang rusuk, infeksi paru karena merokok.

Selain itu, paru-paru bolong biasanya disebabkan oleh kuman TBC yang bersarang di tubuh penderita. Kuman TBC ini akan merusak paru-paru ketika si penderita tak berusaha untuk menyembuhkannya. 

Gejala paru-paru bolong ini ditandai dengan beberapa hal, antara lain cepat lelah, lesu, lemah, sampai batuk darah. Tak cuma itu, nafsu makan penderita paru-paru bolong juga akan menurun drastis dan menyebabkan berat badan turun. 

Udara yang berkumpul di sekitar paru-paru juga akan mengganggu kemampuan dan kinerja paru-paru. Ketika ini terjadi, penderita paru-paru bolong seperti Yon Koeswoyo juga akan mengalami masalah sulit bernapas atau sesak napas. 

Susah napas ini akan menyebabkan berbagai gejala lain seperti sakit kepala atau pusing dan mudah lelah. Nyeri dada, demam, dan batuk terus-menerus juga kerap dialami penderita paru-paru bolong. 

Tentunya, masih terngiang-ngiang dengan lagu-lagu hit Koes Plus di sepanjang sejarah musik selama Yon masih hidup. Lagu-lagu hit Koes Plus pun banyak yang tak lekang oleh waktu. Tak hanya generasi 1960-1990-an yang ingin mendengarkan lagi lagu-lagu Koes Plus yang dinyanyikan oleh Yon Koeswoyo. Para musikus generasi baru pun mendaur ulang beberapa lagu hit sepanjang masa yang telah diciptakan oleh Koes Plus.

Lantas apa saja lagu-lagu hit abadi dari band Koes Plus itu. Dilansir dari liputan6.com, berikut enam lagu hit Koes Plus.

1. Manis dan Sayang

Lagu “Manis dan Sayang” merupakan lagu hit dari album pertama mereka, Dheg Dheg Plas, yang rilis Januari 1969. Lagu ini memang menjadi pilihan ketiga di album tersebut setelah “Kembali Ke Jakarta” dan “Kelelawar”. Namun mendengarkan lirik dan notasi lagunya, tentunya nuansa sendu campur bahagia dirasakan oleh para pendengarnya.

2. Kisah Sedih di Hari Minggu

Para pecinta Koes Plus tentu tak akan melupakan “Kisah Sedih di Hari Minggu”, salah satu tembang sendu yang secara gamblang menggambarkan seseorang yang patah hati. Lagu ini dirilis pada 1970 dalam album Koes Plus Volume 2. Meskipun sama sendunya dengan “Andaikan Kau Datang” yang juga ada di album yang sama, “Kisah Sedih di Hari Minggu” memiliki komposisi musik yang terbilang unik.

3. Kolam Susu

Tembang “Kolam Susu” merupakan salah satu dari sekian banyak lagu Koes Plus yang memiliki tempo upbeat. Liriknya pun memiliki tema nasionalis dengan rangkaian kata yang puitis.

4. Bujangan

“Bujangan” yang dirilis pada 1974 di album Koes Plus Volume 10, merupakan lagu dengan irama dan notasi ceria yang menggambarkan kegembiraan semasa menjadi bujangan

5. Bunga di Tepi Jalan

Salah satu lagu Koes Plus yang sempat didaur ulang adalah “Bunga di Tepi Jalan”. Tembang satu ini dibawakan kembali oleh band papan atas Sheila On 7. Lagunya sendiri dirilis pada 1972 dalam album Koes Plus Volume 4.

6. Why Do You Love Me

Bernuansa melankolis,”Why Do You Love Me” dibuat dalam bahasa Inggris oleh mendiang Sonya, istri pertama Yok Koeswoyo yang berpulang dalam sebuah kecelakaan di Parung. Hingga kini, “Why Do You Love Me” menjadi lagu Koes Plus yang paling populer di kalangan penggemarnya selain “Kolam Susu”. 

Sumber: cnnindonesia.com

Komentar
Loading...