Iklan Clarion

Meninggal Tidak Wajar, Makam Gadis Cilik Dibongkar Untuk Otopsi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Diduga ada kejanggalan sehingga menyebabkan kematian, makam Aqilah Putri Anisa Rahmadani (4) di TPU Puunggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari dibongkar untuk dilakukan Otopsi, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 09.30 Wita.

Otopsi jasad gadis cilik ini dilakukan Tim Bidang Dokter Kesehatan (Bidokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) atas permintaan tertulis Polres Maros Polda Sulsel berdasarkan laporan keluarga bahwa diduga anak tersebut meninggal dengan tidak wajar.

Kasubdit Dokkes Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) dr. Mauluddin mengungkapkan otopsi terhadap jasad anak tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Kita lakukan penggalian jasad anak tersebut, untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya, kami belum bisa memastikan penyebab meninggalnya korban setelah hasil otopsi selesai,” terang Mauludin di TPU Pungkolaka.

Ditempat yang sama, Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan Dan  Anak (PPA) Polres Maros, Iptu Kasmawati mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima, Aqilah diduga meninggal karena kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya sendiri.

“Ini baru dugaan ya kita masih bekerja kita lakukan otopsi untuk ditingkatkan penyelidikan atau apa yang dilakukan oleh orang tuanya itu kita tunggu hasil otopsinya,” kata Kasmawati.

Dia menjelaskan, menurut pernyataan orang tuanya Aqilah, sedari kecilnya bocah ini sudah tinggal bersama orang tuanya dan pernah diasuh Neneknya di Bandung selama tiga tahun. Selama hidup Aqilah diketahui tidak memiliki penyakit kronis sehingga menguatkan dugaan adanya kekerasan yang menyebabkan kematian.

“Menurut keluarganya tidak ada riwayat penyakitnya, karena kondisinya secara kasat mata meninggalnya tidak wajar karena kondisinya sebelum-sebelumnya, makanya pihak keluarga anak tersebut melaporkan kejanggalan itu ke Polres Maros, dan untuk hasilnya kita tunggu hasil otopsi ya,” ucap Iptu Kasmawati.

Reporter : Rian Adriansyah

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.