Menjelang Idul Fitri Harga Kebutuhan Pokok di Muna Masih Stabil

SULTRAKINI.COM: MUNA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Muna menggelar rapat di Ruang Rapat Bupati Muna LM Rusman Emba, Rabu (5 Mei 2021). Rapat ini guna membahas tentang kestabilan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadan dan menyambut lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di ‘Bumi Sowite’.

Bupati Muna sekaligus sebagai Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Muna, LM Rusman Emba mengatakan, rapat pengendalian inflasi atas dasar memperhatikan setiap kondisi lapangan dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri.

“Kita melakukan pemantauan – pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat, baik dari segi beras, telur, cabe. Selain bahan pokok juga ada aspek lain yakni, perikanan, peternakan, dan pertanian serta ketahanan pangan,” kata RE sapaan akrab Rusman Emba diruang kerjanya, Rabu (5/5/2021).

Dia melanjutkan, selain memantau harga, Tim juga melihat potensi yang ada di daerah untuk kesanggupan menghasilkan komoditi sehingga dapat menekan angka inflasi bisa terjadi.

“Ini dilakukan dalam rangka peningkatan pendapatan daerah, dan kejadian yang terjadi di masyarakat kita pantau. Rapat yang kita lakukan hari ini, hanya koordinasi masalah harga kebutuhan pokok,” ucapnya.

“Kita akan menurunkan tim TPID di lapangan (pasar) dalam rangka memantau harga-harga kebutuhan pokok dan akan melaporkan kepada kami. Saat ini harga kebutuhan pokok masih terbilang stabil,” tambahnya.

Kabag Perekonomian Setda Muna yang juga sebagai wakil sekertaris Tim Pengendali Inflasi Daerah Wa Ode Hartaty Sukarsih menyampaikan, bahwa rapat tadi membicarakan tentang komoditi unggulan disetiap OPD dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

“Jadi komoditi unggulan yang dimaksud yakni yang berimplikasi terhadap terjadinya inflasi di Muna, misal beras, bawang merah, bawang putih, telur, minyak dan yang lainnya,” ujarnya.

Dia menyatakan, bahwa semua OPD memaparkan hasil pantauannya, misal Dinas Perikanan memaparkan kondisi ikan, Dinas Pertanian menjelaskan komoditi pertanian, Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan kondisi pangan dan begitu juga dengan Peternakan menjelaskan komoditi peternakan, baik unggulan maupun kendala yang dihadapi.

“Empat OPD ini yang banyak berkontribusi terhadap pengendalian inflasi di Muna yang berkoordinasi dengan TPID,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, program menjaga inflasi, antara OPD bisa saling menunjang guna menghasilkan komoditi kedepan.

“Misal untuk menjaga kenaikan harga telur, Dinas Peternakan untuk menghasilkan telur yang cukup, mesti bekerja sama dengan dinas pertanian untuk menghasilkan pakan yang baik yakni jagung untuk peternakan. Dengan begitu kita bisa menjaga kestabilan harga telur, begitu dengan menjaga inflasi harga komoditi yang lain,” ungkap mantan Kabag Protokol dan komunikasi Pimpinan Setda Muna ini. (B)

Laporan: LM Nur Alim
Editor: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.