SUARA

Merasa Dimonopoli Bulog, Petani Konawe Unjuk Rasa ke DPRD

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Sejumlah petani yang menamakan diri Aliansi Petani Menggugat (Aspima) Konawe menggelar unjuk rasa di Sekretariat DPRD Konawe, Senin (23/4/2018). Aksi digelar lantaran petani merasa dimonopoli oleh pihak Bulog Konawe terkait harga gabah.

Koordinator lapangan masa aksi, Andriyadi Mulyadi menuturkan harga gabah yang ditetapkan sesuai instruksi presiden adalah Rp 4.010. Namun kenyataanya di lapangan Bulog membeli gabah petani Rp 3.700.

“Dengan begitu petani sangat merasa dirugikan. Hari ini kami datang mewakili petani-petani dari Tongauna Utara dan Padangguni. Kami yakin kejadian ini juga dialami warga kecamatan lainnya,” jelasnya.

Menurut Anci, demikian sapaan akrabnya, dalam hal pembelian gabah terkesan ada monopoli Bulog di dalamnya. Mereka mensinyalir ada oknum Babinsa TNI di lapangan yang mengawasi warga agar tidak menjual gabahnya ke pembeli dengan harga di atas Rp 4.010. Tetapi, di sisi lain Bulog malah membeli di bawah harga.

yamaha

“Alasannya untuk stabilisasi harga beras di pasaran. Tapi di sinilah petani kita dirugikan, karena tidak bisa menjual gabahnya dengan harga yang pas, sesuai instruksi presiden,” jelasnya.

Atas permasalahan tersebut, Aspima menuntut Kepala Bulog Konawe dicopot dari jabatannya. Selain itu, oknum yang dianggap bermain dalam monopoli disingkirkan. Terakhir, meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Konawe agar mencabut izin pembali gabah/tengkulak yang bermain tidak sehat.

Aksi pengunjuk rasa diterima langsung Ketua DPRD Konawe, Ardin serta sejumlah anggota Komisi II DPRD Konawe. Ardin berjanji akan menggelar rapat dengar pendapat sehubungan masalah tersebut.

Sebelum aksi di gedung DPRD, massa telah menggelar aksi di kantor Bulog Konawe. Selanjutnya, aksi juga sempat digelar di depan kantor Koramil Unaaha.

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.