Iklan Clarion

MHTI Kolaka Silaturahmi ke Tokoh Intelektual Muslimah

SULTRAKINI.COM: KOLAKA – Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Kabupaten Kolaka melakukan kunjungan Dakwah dan silah ukhuwah dengan Kepala Sekolah SMPN 3 Kolaka,Selasa (01/11/2016).

Tim yang terdiri dari Ustadzah Risnawati dan Ustadzah Syawal Fitri diterima dengan hangat oleh Ibu Dra.Hj. Suldarmin Nio, M.Pd. di kediaman beliau.

Kegiatan ini berlangsung pukul 16.00-17.30 Wita.  Diawali dengan pemaparan oleh Ustadzah Risnawati, beliau memperkenalkan profil MHTI sebagai sebuah partai politik yang berideologi Islam yang fokus dan peduli terrhadap permasalahan umat khususnya permasalahan perempuan, keluarga, dan generasi. Melihat berbagai fakta kondisi umat saat ini yang mengalami keterpurukan dalam segala bidang, termasuk Indonesia.

Lanjutnya, banyaknya permasalahan di masyarakat yang tak kunjung terselesaikan dengan tuntas sehingga membutuhkan sinergi bersama dengan tokoh tokoh umat untuk mengembalikan kemuliaan umat ini sebagai khairah ummah (ummat terbaik). Sehingga ke depan diharapkan bisa bersinergi bersama MHTI untuk memberikan solusi terbaik atas semua permasalahan umat.

Salah satu permasalahan yang besar itu adalah kemarahan kaum muslim atas pernyataan Ahok yang menyinggung QS. Al-Maidah:51 dalam pidatonya di Kepulauan seribu.

Kemarahan kaum muslim ini wajar, hal ini menunjukkan masih adanya ghirah dalam membela Islam sebagai agama yang haq. Sebagaimana Rasulullah saw pun pernah marah, sebagaimana hadits, “Sungguh, Nabi Saw tidak pernah marah terhadap sesuatu. Namun, jika larangan2 Allah dilanggar, tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi amarah beliau.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu kaum muslim wajib marah jika kehormatan Islam dilecehkan, jika orang kafir mengolok2 Islam, jika kaum liberal mengacak-acak al-Qur’an, jika saudara sesama muslim dihinakan bahkan dibantai tanpa belas kasihan oleh musuh2 Islam. Dalam hal ini kita bukan hanya boleh marah, bahkan wajib marah. Karena itu, segala bentuk penistaan terhadap islam sama dengan ajakan berperang dan pelakunya ditindak tegas.

“Seorang muslim yang melakukan penistaan dihukumi murtad dan dia akan di hukum mati. Apalagj bila itu dilakukan oleh orang2 kafir,” ujarnya menutup pemaparannya.

Diakhir kunjungan tersebut, MHTI Kolaka memberikan produk dakwah seperti media umat, buletin al-Islam dan menyampaikan pula agenda dakwah MHTI yang akan diselenggarakan di bulan november ini yaitu Open House MHTI dengan tema,”Mengenal lebih dekat Islam Rahmatan Lil’alamiin” yang insya Allah terjadwal Ahad, 20 November 2016 oleh MHTI Kolaka.

Semoga dengan silaturahmi ini semakin menguatkan langkah kita dalam mengawal perjuangan penegakkan Syariah dan Khilafah. 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.