Misteri di Balik Covid-19

Oleh: La Nita (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Buton Utara)

KEHIDUPAN ini merupakan ujian sehingga kita diharapkan bisa lulus menghadapinya.

Musibah dalam bentuk apa pun pasti akan dialami manusia (QS Al Baqarah 155), yang jika menimpa orang-orang kafir, maka mutlak sebagai azab (QS As Sajdah: 21). Sebaliknya, jika menimpa orang-orang mukmin, pasti bagian dari kasih sayang Allah SWT.

Musibah yang kini datang adalah pandemi atau wabah penyakit global. Namanya Covid-19 atau virus corona.

Paling tidak, ada tiga misteri di balik Covid-19 menimpa hamba-hamba yang dicintai-Nya: 

Pertama, sebagai ujian keimanan (QS Ath Thalak 2-3). Setiap mukmin diharapkan bisa berhasil lulus menghadapi wabah covid-19 ini. Di antaranya dengan berikhtiar seoptimal mungkin untuk mengatasinya, dengan memanfaatkan seluruh potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepadanya, sambil hati tetap teguh dalam keimanan, bersabar, bertawakkal dan berserah diri hanya kepada Allah.

Kedua, sebagai pilihan Allah yang terbaik. Di mana tidak tertutup kemungkinan yang dikira sesuatu yang tidak baik itu, justru sesuatu yang sangat baik yang sedang Allah rencanakan dan tetapkan untuk kemaslahatan hidup di dunia dalam menggapai kebahagiaan yang hakiki dan abadi di Akhirat nanti (QS Al Baqarah 216)

Kehadiran wabah covid-19 sangat mungkin pilihan terbaik bagi sebagian mukmin untuk meraih predikat syahid. Sebagaimana yang dijanjikan Allah lewat sabda Rasul-Nya, dalam hadist yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, di mana suatu ketika beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam perihal wabah endemi, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyatakan wabah seperti itu merupakan bagian dari azab yang ditimpakan Allah kepada orang-orang yang Dia kehendaki.

Namun, Allah menjadikan wabah juga sebagai rahmat bagi orang-orang mukmin. Maka jika wabah endemi terjadi di suatu daerah, lalu seorang mukmin menahan diri untuk tetap tinggal di daerah tempat tinggalnya dengan sabar, disertai keyakinan, bahwasanya musibah tidak akan pernah menimpa dirinya, kecuali jika Allah SWT menetapkannya, maka ia akan memperoleh pahala seperti pahala orang yang mati syahid”. HR Bukhari .

Dalam mensyarah hadist tersebut, Imam Ibnu Hajr Al’Asqolani menyatakan, bahwasanya pahala syahid tidak hanya akan diraih oleh mereka yang wafat disebabkan wabah covid-19 saja, tapi juga akan diperoleh oleh orang-orang mukmin yang senantiasa berupaya secara optimal di jalan Allah mengatasi wabah tersebut, kendati mereka tidak sampai wafat karenanya.

Ketiga, sebagai teguran dan peringatan dari Allah SWT yang disebabkan kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. Kemungkinan yang ketiga ini pun wujud dari kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba yang dicintai-Nya, agar bersegera bertaubat dan kembali ke shirotal mustaqiim sebelum tiba saat sakratul, di mana pintu taubat sudah ditutup.

Untuk itu, mari kita bersama menyikapi kehadiran wabah covid-19 sebagai ujian keimanan, mudah-mudahan kita lulus bahkan berhasil meraih pahala syahid bagi yang wafat maupun yang selamat. Lalu kita hadapi juga dengan bersabar, bertawakkal dan bertaubat kepada Allah, di antaranya memperbanyak beristighfar dan berupaya kembali ke jalan kehidupan yang diridhoi Allah SWT sesuai petunjuk Alquran dan As-sunnah dalam seluruh aspek hidup dan kehidupan. ***

beras pokea

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.