Murid SD Hanya Ujian Sekolah, Mutu Pendidikan Harus Tetap Diperhatikan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kebijakan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang mengganti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) menjadi ujian sekolah dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap mutu pendidikan. Olehnya itu, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) melakukan langkah-langkah pengawasan agar kualitas mutu pendidikan sejalan dengan harapan Mendikbud.

Kabid Dikdas Dikmudora Kendari, Muchdar Alimin, menyampaikan bahwa dalam USBN ada dua persen soal dari pusat, kalau itu diganti dengan dengan ujian sekolah maka sekolah memiliki kewenangan seratus persen untuk membuat soal ujian.

“Kami berinisiatif untuk mengawal dan memantau hal ini, agar mutu pendidikan kita di Kota Kendari tidak kebablasan. Artinya, kami tidak mencampuri cara guru dalam mengajar, tapi kami hanya meminta agar mutu pendidikan tetap diperhatikan,” ungkapnya, Rabu (18/12/2019).

Dia mengungkapkan, pihaknya agar berupaya agar kelompok kerja guru (KKG) bisa berperan aktif agar mutu pendidikan bisa dipertahankan kalau perlu ditingkatkan. Artinya guru yang memiliki kemampuan lebih diharapkan dapat menularkan pengetahuannya kepada guru-guru lainnya.

Kampus

“Untuk Kota Kendari kami sudah membagi beberapa zonasi KKG. Dalam KKG ini kami berharap guru-guru membuat suatu standar penilaian agar mutu pendidikan kita tetap terjaga, kalau perlu ditingkatkan,” harapnya.

Dia mengungkapkan, untuk penilaian ujian yang meliputi portofolio, penilaian karakter dan ujian tertulis, pihaknya sudah membuat kontrak kinerja dengan nilai rata-rata 60. Hanya saja, pihaknya masih menunggu keputusan pusat terkait porporsi dari tiga penilaian tersebut.

“Kami masih menunggu keputusan berapa persen nilai portofolio, berada penilaian karakter dan berapa persen untuk ujian tertulis,” tutupnya. (Adv)

Laporan: Muh Yusuf
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.