Najib Husain: Fit and Propertest Bisa Jadi Bumerang Bagi Parpol

SULTRAKINI.COM : KENDARI – Menghadapi Pilwali Kota Kendari 2017, beberapa partai telah melakukan tahapan fit and propertest serta kegiatan semacamnya bagi bakal calon yang mendaftar di partai mereka. Tercatat PDIP, Hanura, Demokrat, dan Gerindra telah menyelesaikan tahapan ini.

 

Pengamat Politik Sulawesi Tenggara, Muhammad Najib Husain menanggapi hal ini sebagai hal yang positif. Menurut doktor jebolan Universitas Gadjah Mada ini, hal tersebut merupakan sebuah upaya pembelajaran politik yang baik untuk masyarakat.

 

\”Terlepas dari adanya deal di belakang yang kita tidak tahu, kita berprasangka positif terkait ini (fit and propertest). Bahwa ada sebuah upaya dari parpol untuk memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat,\” terang Najib.

 

yamaha

Menurut Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Komunikasi ini, melalui fit and propertest ini partai politik memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa seorang calon jika ingin mendapatkan pintu partai harus jelas programnya.

 

Namun, lanjut Najib, fit and propertest ini juga dapat menjadi bumerang bagi partai politik yang melaksanakannya. Hal ini terjadi, jika pada proses akhir seleksi calon di partai politik tidak merujuk ke program yang ditawarkan melainkan hanya orientasi pertimbangan besaran mahar yang ditawarkan.

 

\”Namun, fit and propertest ini juga dapat menghancurkan kredibilitas partai politik. Jika nanti diakhir proses, program yang ditawarkan tidak menjadi pertimbangan utama. Namun, yang menjadi pertimbangan berapa mahar yang akan diberikan,\” jelas Najib.

 

Najib mengatakan, terkait ini semua kembali ke setiap partai politik. Jika tetap partai politik hanya mempertimbangkan mahar ini maka menurutnya sama dengan pembohongan politik di publik.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.