Narapidana Lapas Kendari Dilatih Bercocok Tanam

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Melalui kerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Kota Kendari, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari memberikan pendampingan dan pelatihan agribisnis (bercocok tanam) kepada para Narapidana.

Pelatihan bercocok tanam ini diikuti sedikitnya 40 orang napi Lapas Kelas IIA Kendari yang berlangsung dihalaman kantor Lapas Kendari yang sudah dimulai sejak tanggal, 6 sampai 11 Juli 2020.

Selain memberikan pendampingan cara budidaya, Dinas Pertanian juga menyerahkan alsintan pengolahan tanah jenis Cultivator (hand tractor) dalam bentuk pinjam pakai, juga memberikan bantuan benih sayuran serta pupuk organik (bokasi).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, St. Ganef, dan diterima oleh Kepala Kantor Kemenkumham Sultra, Sofyan, selanjutnya diserahkan kepada Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Abdul Samad Dama, untuk bahan praktek selama pelatihan para napi.

Untuk membantu pelatihan cara budidaya ini, Distan Kendari menurunkan instrukturnya sebanyak 5 orang dari kelompok jabatan fungsional dan penyuluh BPP Kecamatan Baruga, untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para napi.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Abdul Samad Dama, mengaku sangat berterima kasih kepada Distan Kendari yang sudah memberikan bantuan dan pendampingan pada para Napi dalam budidaya pertanian ini, khususnya budidaya sayuran. Ia berharap meskipun pemberian pelatihan ini sudah berakhir tetapi pendampingan penyuluhan bisa tetap berkelanjutan.

Id Bulog

Dia menyebutkan bahwa tujuan pelatihan ini adalah sebagai amanah undang-undang terhadap warga binaan Lapas untuk mendapatkan binaan dan keterampilan di Lapas atau Rutan.

“Ini juga suatu saat nanti bisa menjadi modal keterampilan bagi napi setelah kembali ke masyarakat atau sudah dinyatakan bebas,” ujarnya, Sabtu (11/7/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, St Ganef, mengatakan sangat mendukung program Lapas ini untuk memberikan pelatihan pertanian kepada para Napi. Pihkanya juga bersedia membantu memfasilitasi alat-alat atau bahan pertanian jika itu dibutuhkan untuk kepentingan pelatihan.

“Jadi selama pelatihan ini instruktur kami langsung memberikan metode praktek langsung cara budidaya tanaman, seperti tanaman sayuran, dibanding dengan memberikan teorinya dikelas,” ucap Ganef. (c)

Laporan: Hasrul Tamrin

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.