Nikmat, Ini Lima Bahaya Sering Konsumsi Makanan yang Dibakar

SULTRAKINI.COM: Makanan yang dibakar sering kita jumpai seperti daging bakar, ayam bakar, sosis bakar, ikan bakar, dan masih banyak lagi. Makanan dengan cara dibakar memang memiliki cita rasa nikmat. Banyak orang yang suka makan makanan bakar ini. Tidak sedikit warung atau restoran yang menyediakan menu satu ini.

Membakar atau memanggang makanan merupakan salah satu cara memasak yang banyak disukai orang. Memanggang makanan memberi rasa lezat dan khas. Selain itu, sebagian besar orang suka dengan sensasi gosong pada makanan yang dibakar.

Namun tahukah Anda? Makanan yang diolah dengan cara dibakar dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Tidak tanggung-tanggung, risiko penyakit yang mengancam merupakan jenis penyakit mematikan seperti kanker.

1. Menyebabkan kanker
Menurut ACS, daging hangus memiliki dua komponen yang terkait Heterosiklik amina (HCA) dan hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH). Kedua bahan kimia ini ditemukan bersifat mutagenik yang menyebabkan perubahan DNA untuk meningkatkan risiko kanker.

HCA terbentuk jika gula dan zat-zat dalam otot daging bereaksi terhadap panas yang tinggi. PAH terbentuk ketika lemak dan jus menetes ke permukaan dan menyebabkan asap. Asap itu naik dan menempel daging.

Penelitian terbaru juga menemukan makanan yang dibakar akan berisiko menyebabkan tumbuhnya penyakit kanker lambung apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Kandungan gizi menghilang
Protein tinggi yang terdapat pada semua jenis daging yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Namun, jika pengolahannya dengan cara dibakar pada suhu yang tinggi bisa menghilangkan kandungan protein tersebut.

Membakar dan memanggang akan membuat 40 persen vitamin B dan mineral dalam makanan hilang. Selain itu, hilangnya vitamin penting lainnya. Padahal, protein sangat penting untuk membangun energi.

3. Pemicu asam lambung
Mengkonsumsi makanan yang dibakar dapat meningkatkan kinerja lambung yang akan bekerja lebih berat untuk mencernanya. Akibatnya, asam lambung akan meningkat.

Terlalu banyak mengkomsumsi makanan yang dibakar dapat memicu penyakit gastroesophagel reflux (GERD), gangguan pencernaan, ketidaknyamanan perut, dan rasa kekenyangan. Sehingga jika Anda memiliki penyakit lambung atau maag, sebaiknya menghindari makanan dengan cara dibakar dalam suhu tinggi.

4. Risiko penyakit jantung
Memanggang dan membakar makanan bisa mengeluarkan lemak dalam daging. Risiko kolestrol akan meningkat jika lemak didaging ini tidak dibuang dan tetep dikomsumsi.

Makanan yang dibakar akan menghasilkan produk akhir glikasi lanjut atau advanced glycation and product (AGEs). Ini adalah reaksi kimia antara protein dan lemak dalam daging.

Racun ini terkait ketidakseimbangan antioksidan dalam tubuh, memicu peradangan, yang bisa menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperi serangan jantung dan stroke.

5. Darah tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh Gang Liu, Ph.D, dari Department of Nutrition aat the Harvard T.H. Chan School of Public Health in Boston menyatakan subjek yang makan daging sapi, ayam, atau ikan yang dibakar setidaknya 15 kali setiap bulan memiliki 17 persen lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi, daripada mereka yang mengonsumsi makanan kurang dari empat kali per bulan.

Makanan yang dibakar pada suhu tinggi menghasilkan kadar amina aromatik heterosiklik atau heterocyclic aromatic aminines (HAAS). HAA merupakan senyawa yang berpotensi berbahaya yang diproduksi ketika daging dimasak pada suhu tinggi.

Sumber: Liputan6
Laporan: Ilam Sari

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.