Nur Alam akan Beri Oleh-oleh 13 Ribu Baju Tenun

SUTRAKINI.COM: Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam akan memesan 13 ribu baju safari kain tenun khas Sultra yang diberikan sebagai oleh-oleh kepada 13 ribu pegawai di lingkungan kerjanya guna dikenakan di kantor

Nur Alam menilai, selama ini kebijakan penggunaan baju berbahan kain tenun tidak berjalan, pegawai masih mengenakan sesuai selera masing-masing. 

“Saya perhatikan sebagian besar masih menggunakan kain yang sesuai selera mereka masing-masing. Jadi saya ingin, di tempat ini langsung membuat satu kebijakan yang akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,” kata Nur Alam dalam acara rapat kerja daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Sultra di salah satu hotel di Kendari, Senin (6 Maret 2017).

Pemberian baju tersebut sekaligus sebagai oleh-oleh (buah tangan) dari Gubernur Sultra yang akan berakhir masa jabatannya tahun 2018.  “Saya minta hal tersebut bisa cepat diproses karena ini merupakan salah satu oleh-oleh saya kepada seluruh pegawai provinsi Sulawesi Tenggara di masa jabatan saya,” kata Nur Alam.

Dengan demikian maka semua pegawai lingkup Pemprov Sultra wajib mengenakan baju berbahan dasar tenun bermotif Sultra. “Saya akan memesan 13 ribu potong baju safari untuk 13 ribu pegawai saya yang ada di lingkup provinsi,” kata Nur Alam.

Kebijakan itu, kata Nur Alam, diambil setelah melalui diskusi bersama dengan Wakil Gubernur Saleh Lasata.

Gubernur dua periode ini mengatakan, para guru yang bertugas di setiap daerah akan disesuaikan motif kain tenunnya dengan daerah masing-masing.

Ada pun mengenai nominal harga baju akan mengikuti standar nasional. “Karena itu bisa dipersoalkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Nur Alam.

Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Isma mengatakan pihaknya siap memproses program pengadaan baju tersebut. 

Laporan: Nova Aliza

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.