Iklan Clarion
Festival Pesona Budaya Tua Buton

Oknum Guru di Konawe Diduga Aniaya Siswanya Hingga Pingsan

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Entah apa yang ada dibenak oknum Guru di SMPN 1 Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), tega menganiaya salah seorang siswanya hingga tidak sadarkan diri, Kamis (24/5/2018).

Padahal korban yang diketahui bernama Aldin (14), siswa yang masih duduk di bangku kelas VIII, sedang menjalankan ibadah puasa. Meski beberapa kali dipaksa untuk membatalkan puasa oleh teman-temannya, Aldin tetap tegar dan melanjutkan puasanya.

Tindakan dugaan penganiayaan itu bermula ketika siswa di ruangan kelas VIII hendak mengikuti ujian semester. Sebelum ujian dimulai, oknum guru berinisial RA meminta kepada korban untuk maju ke depan mengisi meja yang masih kosong.

Saat korban maju kedepan, salah satu kaki kursi yang diangkatnya terjatuh kelantai sehingga menimbulkan suara keras. Hal itu sontak membuat RA naik pitam dan langsung melayangkan pukulan ke arah korban.

“Kamu kenapa banting kursi? Sini kamu, sini?,” ujar Irwan salah seorang teman sekelas Aldin menirukan bentakan RA.

Masih kata Irwan, setelah mendapat beberapa kali pukulan dari gurunya itu, korban langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri selama 45 menit.

“Dia sempat mau diberi minum air oleh rekannya pas siuman, tapi dia tidak mau minum katanya lagi puasa,” katanya.

Akibat tindakan RA, korban mengalami rasa sakit dan timbul benjolan pada bagian lehernya. Tidak hanya itu, korban juga merasa pusing setelah dibogem berkali-kali oleh RA.

Tidak terima perlakuan sang guru, kakak kandung korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Sampara.

“Adikku meskipun dipukul tidak batal puasanya, kami heran kenapa guru itu begitu keras memukul,” ujar kakak kandung korban, Harton.

Kapolsek Sampara, AKP Noufaldri Widyatama, saat dikonfirmasi membenarkan kasus penganiayaan terhadap seorang siswa yang diduga dilakukan oleh oknum gurunya sendiri.

“Sudah divisum, memang benar dia benjol. Kita sudah terima laporan saksi dan korban, besok kita periksa gurunya,” jelas Noufaldri, Kamis (24/5/2018).

 

 

Laporan: Wayan Sukanta

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.