SULTRAKINI.COM:KENDARI- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Deflasi Kota Kendari selama bulan Oktober tahun 2017 sebesar 0,81 persen.


Oktober, Kota Kendari Deflasi 0,81 Persen
Kelompok bahan makanan memiliki andil terjadinya Deflasi di Kota Kendari. (Foto : Google).

Kepala BPS Sultra Atqo Mardiyanto menjelaskan secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, 38 kota tercatat deflasi dan 44 kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Palu (Provinsi Sulawesi Tengah) 1,31 persen dan deflasi terendah tercatat di Palopo (Provinsi Sulawesi Selatan) 0,01 persen.

Sementara itu inflasi terbesar tercatat di Tual (Provinsi Maluku) 1,05 persen.Sedangkan di Bau-bau juga mengalami deflasi yang lebih tinggi dari Kota Kendari yakni 1,08 persen dengan inflasi tahun kalendernya lebih rendah diangka 1,28 persen.

"Deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan, jadi dari 7 kelompok pengeluaran ada 2 kelompok yang mengalami deflasi yaitu bahan makanan yang tercatat 0,89 persen; dan transportasi,komunikasi, dan Jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Sedangkan yang mengalami inflasi, walaupun inflasinya tidak terlalu besar yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; perumahan, air, listrik, gas dan bahan makanan; sandang;kesehatan; pendidikan, rekreasi, dan olah raga," paparnya saat release BPS Prov Sultra, Rabu (01/11/2017).

Atqo menjelaskan bahwa komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah bayam, kacang panjang, kangkung, tomat buah, tomat sayur, bawang merah, sawi hijau, terong panjang, cabai rawit, ekor kuning, ikan Tembang, bandeng, rambe, aso-aso, dan layang.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah beras, kemeja panjang sersin, terong panjang, jeruk nipis atau limau, rokok putih, rokok kretek filter, gaun atau terusan.

Selain itu, tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Oktober) 2017 tercatat 2,62 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) 2,53 persen.

"Yang menyebabkan inflasi tidak terlalu besar dikarenakan selama tiga bulan Kota Kendari mengalami deflasi secara terus-menerus. Bulan September Kota Kendari mengalami deflasi 0,76 dan bulan Oktober sebesar 0.81 persen," tutupnya.


Laporan: Nova Aliza

Tanggapan Anda?

Facebook Conversations