Iklan Clarion

Operasi Batok Kepala Tiruan Terkendala Biaya, Fandi Terpaksa Belum Kuliah

SULTRAKINI.COM: KENDARI – La Ode Muh. Afandi masih mengeluhkan sakit pada bagian kepalanya. Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara ini, diharuskan menjalani operasi kedua setelah operasi pertamanya di RSUD Konawe. Operasi kedua yang harus dilakukannya merupakan tindakan medis lanjutan untuk pemasangan batok kepala tiruan akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya awal November 2017.

Operasi yang seharusnya Januari 2018 itu, belum juga terlaksana akibat keterbatasan biaya pengobatan. Pihak keluarga pun hanya bisa merawat Fandi, sapaan akrab La Ode Muh. Afandi di rumah mereka.

Tindakkan medis pertama Fandi mendapat tanggungan dari BPJS Kesehatan. Namun untuk operasi kedua yang harus dirujuk ke Makassar, keluarganya hanya berharap dari asuransi Jasa Raharja yang sedang diurusi oleh keluarga. Tetapi, keinginan untuk cepat ditindaki operasi kedua, Fandi harus menunggu kepastiannya enam bulan mendatang.

Orangtua Fandi, Waode Fia yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan kering kecil-kecilan di Pasar Matakidi, Kabupaten Muna Barat juga berharap anaknya itu bisa sembuh dan beraktivitas kembali. Apalagi belum ada bantuan dari pemerintah setempat maupun pihak lainnya.

“Kata dokter bulan Januari harusnya sudah dilakukan pemasangan batok kepala, tapi karena terkendala biaya jadi Fandi di rumah saja kita rawat di Kendari,” kata Kakak Fandi, Tamsil, Senin (5/2/2018).

Keinginan sembuh juga diucapkan Fandi. “Saya ingin kembali sehat, dan melanjutkan kuliah lagi,” ujar dia.

Kisah Fandi sendiri sempat viral melalui video berdurasi 34 detik yang diunggah di media sosial Facebook oleh Yuni Arav Koedoes.

Dalam video pendek itu, Ibu Fandi meminta bantuan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk menolong biaya operasi anaknya.

“Saya sangat memohon bantuan bapak, ibu, dan saudara semua untuk biaya operasi pemasangan batok kepala tiruan akibat kecelakaan lalu lintas, terima kasih,” ucap Waode Fia.

Setelah video itu beredar luas, banyak masyarakat kota Kendari yang simpatisan dan melakukan penggalangan dana untuk membantu operasi Fandi.

Laporan: Melta Jannatanissa Boer

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.