Pilkada koltim

Operasi Yustisi di Konawe Dinilai Tekan Jumlah Positif Covid dan Sadarkan Warga Pentingnya Prokes

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Berbagai upaya terus dilakukan demi menekan angka positif Covid-19 di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Salah satunya Operasi Yustisi penegakkan Perbup Nomor 46 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19, dengan menetapkan sanksi sosial dengan tidak menerapkan denda materi.

Bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan, Pemkab Konawe menilai Operasi Yustisi sejak 12 Oktober hingga 11 November 2020 itu berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan.

Ketua Operasi Yustisi Kabupaten Konawe, Heriyanto Wahab, mengklaim Operasi Yustisi berefek pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Misalnya, pekan pertama operasi jumlah pelanggar 50 orang perhari. Memasuki pekan terakhir ditemukan lima orang pelanggar perhari. Begitu juga jumlah kasus, kata dia, sejak adanya Operasi Yustisi selama sebulan itu angkanya menurut setiap pekannya.

“Tingkat kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan yang meningkat ikut mempengaruhi menurunnya jumlah kasus terkonfirmasi positif di Konawe. Sebelumnya di Oktober terdapat 142 kasus positif baru dirawat di RS Darurat Konawe, namun sampai hari ini 41 kasus positif baru,” ucap Kasatpol PP dan Damkar Konawe itu, Rabu (11/11/2020).

Pilkada

Operasi Yustisi di Konawe sejauh ini berlangsung dengan menyasar ruang publik, pelayanan publik, pesta hajatan, dan mobile. Pihaknya juga membuat posko.

“Selama operasi, kita siapkan 115 personel Satpol dan ratusan gabungan TNI, Polri dan Dinas Perhubungan,” tambahnya.

Data gugus tugas Covid-19 Provinsi Sultra selama November 2020 menunjukkan, jumlah kasus positif yang masih diisolasi di Kabupaten Konawe masih terjadi peningkatan dan penurunan jumlah. Berikut rinciannya.

  1. (10/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 308 orang, masih diisolasi 122 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 221 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  2. (9/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 302 orang, masih diisolasi 116 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 221 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  3. (8/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 302 orang, masih diisolasi 116 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 246 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  4. (7/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 302 orang, masih diisolasi 116 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 232 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  5. (6/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 285 orang, masih diisolasi 100 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 232 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  6. (5/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 284 orang, masih diisolasi 104 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 246 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  7. (4/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 284 orang, masih diisolasi 125 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 296 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  8. (3/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 281 orang, masih diisolasi 125 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 296 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  9. (2/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 281 orang, masih diisolasi 157 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 321 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  10. (1/11/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 281 orang, masih diisolasi 163 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 321 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus.
  11. (31/10/2020): terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 279 orang, masih diisolasi 166 orang; kasus kontak erat masih diisolasi 321 orang; kasus suspek masih diisolasi nol; kasus probable nol kasus. (C)

Laporan: Ulul Azmi
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.