Orang Indonesia Belum Beradab di Dunia Maya, Bahkan Terburuk di Asia Tenggara

SULTRAKINI.COM: Penggunaan ruang internet di Indonesia dinilai masih buruk. Tingkat keberadaban dalam sebuah survei menunjukkan orang Indonesia belum beradab di dunia maya. Rendahnya tingkat keberadaban tersebut menunjukkan Indonesia berada di peringkat 29 atau terburuk di Asia Tenggara dari 32 negara yang disurvei.

Tingkat keberadaban warganet diukur dari persepsi warganet terhadap risiko yang mereka dapatkan di dunia maya. Seperti hoaks, ujaran kebencian, diskriminasi, tindakan sengaja untuk memancing kemarahan atau trolling, cyberbulling, tindakan pelecehan terhadap kelompok marginal, penipuan, hingga menyebarluaskan data pribadi seseorang di dunia maya dengan tujuan merusak reputasinya, kegiatan radikal, dan pornografi.

Hal di atas tentunya menjadi wajah buruk bagi Indonesia, bahkan memungkinkan mengancam moralitas masa depan anak bangsa, jika tidak ditanggulangi dengan cepat dan masif.

Terlebih survei Asosiasi Jasa Penyelenggara Internet Indonesia 2020 menunjukkan 73,7 persen atau 196,7 juta orang penduduk Indonesia menggunakan internet. Jumlah ini naik 8,9 persen atau 25,5 juta dibandingkan periode survei tahun sebelumnya.

Menteri Kominfo RI, Johnny G. Plate juga tidak menampik bahwa penggunaan internet yang masif seperti itu tidak dibarengi dengan perilaku yang beretika. Warga Indonesia dalam menggunakan internet cenderung kurang beretika.

Secara garis besar, kata Johnny, buruknya penggunaan internet dipengaruhi tingkat penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, bulling, pelecehan daring yang marak ditemukan di ruang digital Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

“Sayangnya penggunaan ruang digital yang masif ini belum sepenuhnya diikuti dengan perilaku pemanfaatan ruang digital yang beretika,” ucapnya dalam konferensi pers, Jumat (26/2/2021).

Agar warga Indonesia lebih beretika menggunakan internet, dibentuklah Komite Etika Berinternet sehingga ruang digital bisa lebih sehat. Pembentukan komite juga bagian dari arahan Presiden Joko Widodo pada 15 Februari lalu.

Tugas utama komite ini adalah merumuskan panduan praktis terkait budaya serta etika berinternet dan bermedia sosial yang berlandaskan pada asas kejujuran, penghargaan, kebajikan, kesantunan, dan penghormatan atas privasi individu lain dan data pribadi individu lain serta mendorong pelaksanaan panduan praktis terkait budaya dan etika berinternet dan bermedia sosial secara bersama-sama.

Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.