SUARA

ORI Temukan Pelabuhan Penyeberangan Torobulu-Tampo Tanpa Tenaga Medis

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Posko mudik penyeberangan kapal Ferry Torobulu-Tampo, tidak disiagakan tenaga medis. Hal itu diketahui, ketika Ombudsman Republik Indonesia (ORI) wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada Minggu, 10 Juni 2018.

“Semestinya ini petugas medis harus tetap stand by di sini (posko), antisipasinya jangan sampai ada pemudik yang tiba-tiba sakit, atau ada anak-anak dan ibu-ibu yang sakit, itu harus segera diantisipasi, tidak mungkin mereka harus mencari lagi pelayanan kesehatan di luar atau puskesmas terdekat,” kata Kepala Perwakilan ORI Sultra, Mastri Susilo didampingi asisten Nazaruddin.

Dia berharap, tenaga medis bisa siaga di posko tersebut guna diberikan pertolongan pertama terhadap pemudik yang mengalami gangguan kesehatan. Apalagi pemudik mulai memadati pelabuhan.

Informasi dihimpun SultraKini.Com, dari beberapa petugas poskopun juga mempertanyakan keberadaannya. Padahal pada saat rapat bersama Kepolisian Resor Konawe Selatan dan pemerintah daerah setempat, semestinya ada petugas kesehatan yang siaga di posko mudik.

Namun selang beberapa menit ORI melakukan Sidak dan setelah menghubungi petugas kesehatan, petugas kesehatan datang. Sayangnya, petugas tersebut tidak membawa peralatan medis dan obat-obatan satupun. Mereka hanya datang memantau posko.

“Saya juga kaget ini baru ditelepon, memang harusnya sampai sore ini kita tugas di sini,” ujar Salah serang perawat dari Puskesmas Amondo, Konawe Selatan, Jumriadin.

yamaha
Kondisi arus mudik khususnya roda dua memadati ruas jalan di pelabuhan penyeberangan Torobulu, Minggu (10/6/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)
Kondisi arus mudik khususnya roda dua memadati ruas jalan di pelabuhan penyeberangan Torobulu, Minggu (10/6/2018). (Foto: Hasrul Tamrin/SULTRAKINI.COM)

Arus mudik di Pelabuhan penyeberangan kapal Ferry Torobulu-Tampo, terpantau ramai. Utamanya pemudik yang membawa kendaraan roda dua. Hingga Minggu (10/6), antrian diperkirakan sepanjang 200 meter dari pintu masuk pelabuhan penyeberangan.

Mengantisipasi lonjakan penumpang berlebihan, pihak ASDP telah menyiapkan dua kapal ferry ASDP ditambah satu ferry Bahteramas yang didatangkan langsung dari Kota Kendari.

Pihak ASDP bersama petugas lainnya memberangkatkan kapal delapan kali dalam sehari semalam, tergantung kondisi penumpang.

“Kadang dalam sehari itu kita berangkatkan delapan kali tergantung, kondisi penumpang sampai malam. Tapi kalau kita bandingkan dengan tahun lalu, lebih padat tahun lalu karena mungkin liburnya tahun ini lebih awal jadi penumpang terbagi,” ujar Kepala Supervisi Lintasan ASDP, Arland ditemui di lokasi.

 

Laporan: Hasrul Tamrin
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.