SUARA

OTT di Dikbud Konawe, Jumrin: bisa Jadi Itu Uang Administrasi

SULTRAKINI.COM: KONAWE – Operasi Tangkat Tangan (OTT) yang dilakukan Kepolisian Resor Konawe di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe, Kamis (15/3/2018), sempat membuat heboh instansi yang dipimpin oleh Jumrin Pagala tersebut. Lalu bagaimana tanggapan sang kepala dinas?

Jumrin yang ditemui di ruang kerjanya tak lama setelah OTT terjadi, mengaku tidak tahu menahu terkait operasi tersebut. Sebab, pada saat yang sama dirinya tengah sibuk melayani mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di kantornya.

“Saya tidak tahu itu. Belum dengar,” ujarnya kepada awak media.

Saat ditanya, apakah proses pemberkasan tunjangan sertifikasi profesi dan tambahan penghasilan guru dipungut biaya? Ia menjawab tidak tahu urusan tersebut. Sebab, itu sepenuhnya menjadi urusan pegawainya di bidang yang bersangkutan.

yamaha

“Kalau masalah biaya itu saya tidak tahu juga,” katanya.

Namun Jumrin mengatakan, bisa jadi uang yang disetor untuk urusan pemberkasan itu adalah untuk administrasi. Misalnya, ada berkas yang akan difoto kopi. Daripada guru yang lagi pemberkasan harus bolak balik, maka ada yang kemudian berinisiatif memberikan uang kepada pegawai Dikbud.

“Bisa jadi itu uang administrasi untuk keperluan pemberkasan seperti foto kopi,” pungkasnya.

Diketahui bahwa, saat OTT polisi mengamankan tiga pegawai Dikbud Konawe. Mereka adalah ST yang merupakan kepala seksi dan dua sfat lainnya berini sial H dan T. Dalam OTT itu polisi mengamankan barang bukti uang senilai Rp 800 ribu dan berkas guru yang mengusul untuk pemberkasan sertifikasi profesi dan tambahan penghasilan.

 

Laporan: Mas Jaya

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.