Pamerkan di HPS, Warga Sukabumi Punya Hanjeli Sebagai Alternatif Pengganti Nasi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Provinsi Sulawesi Tenggara bertujuan untuk mengkampanyekan pola hidup dan diet sehat menuju #zerohungry. Salah satu kampanyenya adalah mengurangi ketergantungan pada beras. Misalnya salah satu alternatif pengganti beras adalah mengonsumsi Hanjeli.

Sebagian orang mungkin masih asing dengan nama Hanjeli, apalagi hasil produk olahannya. Hanjeli adalah sejenis tumbuhan biji-bijian tropis dari suku padi-padian. Sama seperti jagung, sagu, dan ubi, Hanjeli juga menjadi alternatif pengganti nasi.

Tanaman Hanjeli. (Foto: Ilustrasi)

Di pameran Pangan rangkaian HPS ke-39, Stan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memperkenalkan hasil olahan Hanjeli seperti nasi liwet, bubur, tepung untuk bolu, rengginang, dan dodol.

“Kita di sana ada desa, masyarakatnya diberdayakan menanam dan mengolah tanaman Hanjeli. Hasilnya diolah menjadi semacam beras, makanan pengganti beras. Tadi kami siapkan bubur dan bolu Hanjeli, ludes semua habis. Orang-orang Kendari antusias sekali, banyak yang penasaran dengan hasil olahan Hanjeli ini, Alhamdulillah,” jelas Kepala Bidang Distribusi Dinas Ketahanan pangan Kabupaten Sukabumi, Nani Julhijah pada Sabtu (2/10/2019).

Tanaman Hanjeli memiliki kandungan karbohidrat sebesar 76.4 persen, sedangkan beras sebesar 87.7 persen. Tidak hanya karbohidratnya lebih rendah dibandingkan beras, tanaman Hanjeli memiliki senjumlah manfaat, di antaranya menyembuhkan penyakit beri-beri, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker mulut rahim, rematik, sakit kuning, dan produksi air seni sedikit.

Di Sukabumi sendiri, Hanjeli diberdayakan di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran sejak 2015. Kini Desa Waluran Mandiri menjadi Desa wisata Hanjeli.

Sedangkan di Kota Kendari juga ditemui tanaman Hanjeli ini, tetapi belum diolah secara maksimal menjadi bahan pengganti nasi dan masih dibuat menjadi kerajinan, seperti tasbih dan gelang.

Tanaman Hanjeli hidup berumpun banyak dengan batang tegak dan besar. Tingginya sekitar 1-3 meter, helaian daunnya berbentuk pita, ujung daunnya runcing, bunganya keluar dari ketiak daun, ujung percabangannya berbentuk bulir dan buahnya kecil berbentuk bulat lonjong dengan warna putih kehitaman serta teksturnya keras jika telah matang.

Laporan: Nely
Editor: Sarini Ido

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.