SUARA

Pandangan Akademisi tentang Si Anak Lorong

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Mayoritas masyarakat Kota Kendari, kini familiar dengan sebutan Anak Lorong. Tagline itu kini telah menghias hampir semua lorong dan persimpangan di Kota Kendari. Ini muncul semenjak kandidat calon Walikota Ishak Ismail mempromosikan taglinenya itu.

Lalu bagaimana pandangan akademisi ilmu politik mengenai teknik pendongkrak elektabilitas ini? Dosen Ilmu Politik di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Dr. Mashur Malaka yang ditemui SULTRAKINI.COM, Rabu (27/1/2016) menjelaskan, teknik yang digunakan Ishak Ismail dalam persiapan Pilwali ini sangat baik. Karena mampu mengangkat derajat kalangan masyarakat yang berdomisili di lorong.

Menurutnya, dengan mempopulerkan diri sebagai calon Walikota Kendari melalui pemajangan baliho di setiap sudut wilayah kota, menjadi bukti bahwa anak lorong tersebut benar-benar serius maju bersaing dengan para politisi. Walaupun dirinya bukan dari kalangan politisi melainkan seorang birokrat. Biaya besar yang dikeluarkan untuk sosialisasi tersebut pun dianggap tidak menjadi soal.

“Iya, karena dari sinilah mampu kita kaji, melihat akan pembuktian yang ia lakukan demi untuk mencapai suatu tujuan kesejahteraan masyarakat. Ini benar–benar bukti, walau ia harus mengunakan anggaran sendiri,” kata Mashur Malaka.

yamaha

Tagline Anak Lorong, kata Mashur, menjadi pemacu bagi sang kandidat untuk membuktikan bahwa keberadaan anak lorong saat ini sangat jauh berbeda dari tahun 90an. Dulunya, anak lorong menurut kajian keilmuan tidak jauh dari konotasi buruk, sebab dalam keseharian selalu membawa dampak negatif baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat umum.

“Sehingga dengan menggunakan tagline sebagai Anak Lorong, mampu untuk membuktikan kalau yang dipikir oleh masyarakat sejauh ini perwujudannya sangatlah bertolak belakang. Karena anak lorong yang sebelumnya bobrok dalam pandangan masyarakat, hari ini jelas bahwa anak lorong pun berani menjadi calon Walikota,” ujarnya.

Mengenai latarbelakang Ishak Ismail yang bukan dari kalangan politisi, menurut dia merupakan hal biasa. Karena orang yang bergelut di kalangan birokrasi juga akan lebih mampu menjadi yang terbaik dibanding politisi.

Mashur menambahkan, bila dilihat secara kasat mata, popularitas si Anak Lorong ini juga sudah sesuai dengan jalurnya. Namun pada dasarnya, harapan masyarakat Kota Kendari, siapapun yang terpilih baik dia dari kalangan politisi ataupun birokrasi, yang terpenting menjadikan kota ini mampu bersaing dengan kota lainnya, serta memenuhi kesejahteraan masyarakat secara umum.

Laporan: Afdal
Editor: Gugus Suryaman

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.