Panji Petualang Berkeinginan Datang ke Muna

SULTRAKINI.COM: MUNA – Heboh atas meninggalnya Wa Tiba (54) warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) karena ditelan ular phyton sepanjang tujuh meter, akhirnya sampai diketahui juga oleh mantan presenter Panji Petualang, Muhamad Panji.

Kepada Sultrakini.Com, Muhamad Panji menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa Wa Tiba. Meski hanya melihat melalui pemberitaan media yang beredar, namun dirinya mengidentifikasi bahwa ular tesebut merupakan jenis Phyton reticulatus, yang berkembang biak dengan bertelur dan biasanya pada musim kemarau, berkumpul di satu titik.

“Bisa jadi ada banyak ular disana, selain mencari makan biasanya mereka mencari sumber air ”, kata Panji, Selasa (19/6/2018).

Dikatakan Panji, semestinya sekira bulan Agustus anakan Phyton jenis ini baru mulai menetas. Satu indukan bisa bertelur dua puluh hingga enam puluh butir. Masa kawin hingga bertelur membutuhkan waktu selama tiga bulan, begitu juga dengan masa incubasi hingga menetas mencapai interval waktu tiga bulan. Phyton Reticulatus betina, memiliki panjang mulai tiga meter dan diumur dua tahun sudah masuk masa kawin.

Muhamad Panji yang terlahir di Jakarta pada 27 juli 1991, tertarik untuk melakukan rescue juga edukasi kepada masyarakat di Kabupaten Muna terkait mengenal ular dan mengatasi serangan ular.

Berdasar pengalamannya selama mengenal reptil jenis ini, Panji mengatakan bahwa selapar-laparnya ular, jarang juga mau makan manusia.

“ Mereka punya ketakutan sendiri terhadap manusia”, Kata Panji.

Laporan : Novrizal R Topa
Editor: Habiruddin Daeng

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.