Panwascam Kendari Bekerja di Dua Pemilihan dan Diingatkan Tak Tongkrongi Warung Kopi

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sebanyak 30 Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan (Panwascam) Kota Kendari resmi dilantik, Selasa (10/10/2017) di salah satu hotel di kota Kendari. Mereka nantinya akan bekerja untuk agenda pemilihan gubernur 2018 dan Pemilu 2019.

Dengan status sebagai pengawas pemilu, Ketua Panwaslu Kota Kendari, Sahinuddin mengingatkan para bawahannya untuk tak menongkrongi warung kopi. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir interaksi Panwascam ke berbagai pihak yang berkaitan dengan tugasnya.

“Kita semua kan punya teman, kalau di warung kopi biasanya kita ketemu dengan teman yang merupakan tim sukses. Biasanya ada yang iseng foto, tapi foto itu kemudian di sebar di medsos sehingga dimaknai keliru orang yang lihat. Ini bisa menurunkan kepercayaan publik ke pengawas,” kata Sahinuddin dalam sambutannya.

Selain itu ia menekankan kepada para Panwascam senantiasa menjaga soliditas, integritas, mentalitas, dan profesionalitasnya selama bekerja. “Terkait integritas ini, maka pengawas harus ada kesesuaian antara ucapan dengan tindakannya. Untuk itu ia (panwascam) harus tahu semua aturan terkait tugasnya,” kata Sahinuddin.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Sultra, Hadi Mahmud mengatakan Panwascam Kota Kendari akan bekerja untuk pemilihan gubernur 2018. Selain itu, mereka juga akan bekerja untuk sebagian tahapan Pemilu 2019.

“Karena jadwal Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 waktunya beriringan, maka panwascam ikut terlibat juga. Malah kalau Konawe, Kolaka, dan Baubau itu mereka tambah dengan pilkada di daerahnya,” jelasnya.

Di Kota Kendari sendiri sudah terbentuk 11 kecamatan. Namun, untuk pembentukan panwascam masih dilakukan di 10 kecamatan. Hal ini dikarenakan, Kecamatan Nambo yang baru mekar dari Abeli belum memiliki nomenklatur di Kementerian Dalam Negeri. Untuk itu, Nambo sendiri masih berada di bawah wilayah kerja Panwascam Abeli.

Laporan: Didul Interisti

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.